June 24, 2020

APSSI Dukung Fakhri Husaini Kembali Tangani Timnas Indonesia U-19

Timnas Indonesia U-19 akan tampil di Piala Asia U-19 2020, yang diselenggarakan di Uzbekistan. Tergabung di Grup A, Indonesia harus bersaing dengan Kamboja, Iran, dan tuan rumah Uzbekistan.

Hingga saat ini, timnas U-19 menjadi tanggung jawab dari manajer pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Namun belakangan, hubungan Tae-yong dan PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia, seakan tak harmonis.

Tae-yong pun belum kembali ke Indonesia, dan meminta untuk pemusatan latihan bisa digelar di Korea Selatan. Meski begitu, Tae-yong sudah menyatakan bahwa ia siap kembali ke Tanah Air, dan kembali melanjutkan program.

Beberapa nama mencuat seiring keretakan hubungan antara PSSI dan Tae-yong. Salah satunya adalah mantan pelatih timnas U-19, Fakhri Husaini, yang memang membawa Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-19.

APSSI selaku asosiasi pelatih sepakbola Indonesia juga memberi dukungan penuh terhadap sosok Fakhri. Hal tersebut dilontarkan ketua APSSI, Yeyen Tumena, yang menilai Fakhri adalah sosok yang pantas untuk timnas U-19.

“Fakhri bukan pantas lagi. Dia yang membentuk tim itu sampai lolos Piala Asia U-19 2020 walaupun persiapan kurang dari satu tahun. Tapi, saya melihat malah ketika ada anak bangsa yang sukses, malah tak dihargai. Dia sukses terus malah diganti posisinya,” ucap Yeyen.

“Coach Fakhri kan sukses membentuk timnas U-19. Harusnya Coach Fakhri diberikan kesempatan untuk membentuk timnas baru misalnya U-18. Itu jauh terhormat,” sambung Yeyen menambahkan.

Saat ini Fakhri berstatus sebagai pegawai dari PT Pupuk Kaltim, dan hal itu juga yang dinilai membuat Fakhri akan sulit fokus bersama timnas U-19. Yeyen sendiri menghormati kepemimpinan Tae-yong, namun menilai tugas sosok asal Korea Selatan itu cukup banyak.

Nah, STY [Shin Tae-yong] ini harus fokus di Piala Dunia U-20 saja, karena kan masih ada kualifikasi Piala Dunia 2022. Lalu, apakah bisa secara bersamaan dia pegang Oktober dan November, kemudian Piala Asia U-19 mainnya juga sama. Bagaimana bagi badannya?”

“Saya juga berpikir harus ada transfer knowledge. Harus ada pelatih Indonesia yang ikut di tim STY. Jangan kita tidak dapat apa-apa,” tutup Yeyen.