Arsenal Kalah Lagi, Mikel Arteta Bicara Soal Kebanggaan & Tekad
Arsenal masih belum bisa keluar dari situasi yang menyengsarakan. Pada pekan ketiga Liga Primer Inggris, klub asal London Utara harus tersungkur lima gol tanpa balas dari Manchester City, di Etihad Stadium, Sabtu (28/8) malam.
Laga ini juga diwarnai kartu merah Granit Xhaka pada menit ke-35, yang membuat kondisi Arsenal tampak makin kacau setelah tertinggal 2-0 lebih dahulu, lewat gol Ilkay Gundogan menit ketujuh, dan gol dari Ferran Torres pada menit ke-12.
Situasi Arsenal benar-benar buruk saat ini, karena mereka melewati tiga pekan perdana Liga Primer dengan tiga kekalahan, tanpa mampu membuat sebiji gol pun. Mikel Arteta benar-benar dalam tekanan, tapi dirinya masih nampak percaya diri.
“Bagi saya ini adalah kebanggaan dan tentang tekad yang lebih untuk mengubah situasi. Banyak yang terjadi dalam tiga minggu terakhir, kami berada dalam posisi yang sulit,” tegas Arteta, menegaskan dirinya belum lempar handuk.
“Jeda internasional akan membantu kami memulihkan beberapa pemain besar yang kami lewatkan saat ini, dan mudah-mudahan kami kembali, kami berada di tempat yang lebih baik,” sambung sosok asal Spanyol tersebut.
Dalih Mikel Arteta soal jalannya pertandingan
Arteta menyoroti bagaimana gol cepat mengubah mental dari para pemainnya, dan kartu merah yang didapat Xhaka membuat kondisi makin sulit. Bagaimana pun, ia menekan anak asuhnya untuk bangkit, tapi situasi yang telah terjadi susah diperbaiki.
“Gol pertama adalah yang paling mengecewakan, kami mengendalikan permainan, kami membawa permainan tepat di posisi yang kami inginkan,” urai Arteta.
“Aksi pertama yang mereka lakukan, kami gagal menghentikan umpan silang dan Gundogan memiliki sundulan bebas di tengah gawang. Jika Anda ingin di stadion ini, ini adalah dasar yang harus Anda lakukan dengan benar.”
“Gol kedua yang kami kebobolan adalah pelanggaran yang jelas karena dia meninju wajah Calum [Chambers]. Begitu kami kebobolan setelah kartu merah, Anda tahu apa yang akan terjadi.”
“Ini tindakan yang sangat cepat dari [Granit] Xhaka, dia mencoba untuk bangkit dan wasit memutuskan itu adalah kartu merah.”
“Saya khawatir karena secara mental ini sangat sulit untuk diterima, setelah gol ketiga Anda harus bermain 60 menit dengan 10 pemain melawan tim terbaik di liga. Anda bisa menurun, dan Anda bisa mulai melihat bahasa tubuh dan sikap terhadap satu sama lain yang bisa membuat saya khawatir, tapi saya tidak melihatnya.”
“Saya harus mengucapkan terima kasih kepada 3000 suporter yang datang, mereka luar biasa. Saya pikir para pemain melakukannya dengan baik dan terima kasih.”