Arsenal Keok Dari Brentford, Presiden Rwanda Murka
Mikel Arteta menjalani musim penuh keduanya bersama Arsenal, tapi mereka mengawali musim yang buruk setelah dikalahkan tim promosi Brentford 2-0.
Imbasnya adalah, Presiden Rwanda Paul Kagame, yang negaranya merupakan sponsor Meriam London, langsung mengungkapkan rasa amarahnya.
Dia menegaskan bahwa Arsenal tidak bisa terus-terusan untuk hanya sekedar tampil bagus, tapi juga perlu membangun tim yang bisa memenangkan pertandingan.
Apa yang dikatakan Presiden Rwanda Kagame?
“Apa?? Ini sepakbola, Arsenal kalah dari Brentford. Brentford pantas menang dan mereka melakukannya,” tulis sang Presiden di akun Twitter pribadinya.
“Pertandingan itu selain untuk Arsenal, para penggemar tidak pantas untuk terbiasa dengan ini…TIDAK!!!”
“Saya mengatakan ini sebagai salah satu penggemar berat Arsenal. Perubahan memerlukan waktu yang lama!”
What?? It’s football,it’s a loss of Arsenal at/to Brentford. Brentford deserved to win and they did. The game itself aside Arsenal and the fans don’t deserve to kind of get used to this….NO !!! I say this as one of the big fans of Arsenal. The change has taken to long to come!
— Paul Kagame (@PaulKagame) August 13, 2021
Kagame benar-benar mempertanyakan apa rencana Meriam London untuk bisa memenangkan sebuah pertandingan, dengan dia merasa performa tim London tersebut selalu menurun dari tahun ke tahun.
Presiden Rwanda itu meyakini bahwa Arsenal harus membuat perubahan, tidak hanya dari jual-beli pemain, tapi juga bagaimana cara klub untuk mengembangkan dan memaksimalkan pemain yang mereka datangkan.
“Ini adalah perjuangan sekitar satu dekade – naik turun, dan turun lagi hingga saat ini. Tidak bisakah kita memiliki rencana yang benar-benar membuahkan hasil?”
“Satu bagian yang harus dilihat adalah bagaimana kita memoles pemain yang kita beli untuk melaksanakan rencana tersebut. Mental untuk sekedar menjual dan membeli pemain tidak akan cukup membawa perubahan.”
“Kita TIDAK bisa begitu saja memaafkan atau menerima yang biasa-biasa saja. Sebuah tim harus dibangun dengan tujuan untuk menang menang menang. Sehingga ketika kita kalah…itu tidak diharapkan!”
“Saya yakin kita semua tahu di pundak siapa beban terberat berada. Saya harap mereka juga tahu atau bahkan merasa terbebani!!!