Ashley Young: Manchester United Salah Besar Lepas Bomber Chelsea Romelu Lukaku
Menurut Ashley Young, Manchester United melakukan “kesalahan” dengan melepas Romelu Lukaku pada 2019. Penggawa Aston Villa itu mendukung bekas koleganya bersinar bersama Chelsea setelah dipulangkan oleh The Blues.
United menggelontorkan £75 juta demi mencaplok Lukaku dari Everton 2017 lalu, namun berakhir menjualnya ke Inter Milan setelah hanya dua musim di Old Trafford.
Striker Belgia itu inkonsisten selama berseragam Setan Merah, namun mampu mencetak 64 gol dalam 85 penampilan bagi Nerazzurri dan mempersembahkan Serie A pertama mereka setelah 11 tahun.
Young, yang meninggalkan Old Trafford demi bergabung ke Inter Januari tahun lalu dan kini hijrah secara bebas transfer ke Aston Villa, yakin bahwa United terburu-buru mendepak Lukaku. Ia yakin sang striker akan membuktikan ketajamannya dan membantu Chelsea bersaing di Liga Primer Inggris 2021/22.
“Saya turut bahagia untuknya,” ujar Young kepada The Guardian. “United salah sudah melepasnya. Menyusulnya ke Inter dan menyaksikan betapa ia sukses di sana rasanya fantastis.”
“Saya tak tahu apakah ia merasa ingin membuktikan sesuatu [di Liga Primer], tetapi saya tak melihatnya demikian: catatannya sudah berbicara banyak. Ia mencetak banyak gol di United dan di tempat-tempat lain.”
“Saya berharap ia sukses di Chelsea – asal tidak main bagus lawan Villa!”
Lukaku mencetak 28 gol di semua kompetisi di tahun pertamanya bersama United, namun mereka mengakhiri musim 2017/18 tanpa gelar.
Paceklik gelar United berlanjut hingga musim selanjutnya, dan Lukaku tak lagi menjadi pilihan utama begitu Ole Gunnar Solskjaer menjabat manajer. Ia hanya menambah 15 gol sebelum akhirnya dilepas ke Italia.
Young melanjutkan dengan betapa ia menikmati masa baktinya di San Siro yang berumur 18 bulan itu.
“Saya tak menyangka dapat kesempatan bermain di luar negeri, tapi ketika itu hadir, saya berbicara kepada Ole dan ia berkata saya tak akan banyak mendapatkan peran di United sehingga saya berbicara kepada [Antonio Conte], yang pernah menginginkan saya saat masih melatih Chelsea,” ujarnya.
“Begitu ia mengatakan saya bisa terus bermain alih-alih menjadi pelapis, saya langsung mengiyakan. Dan berhasil. Milan adalah kota yang luar biasa untuk ditinggali dan untuk bermain. Saya ingin mencoba mempelajari budaya dan bahasa serta bermain sebanyak mungkin dan itu yang saya lakukan. Menjuarai liga menjadi penutup yang sempurna.”
“Saya senang kami bisa merayakan bersama fans di luar stadion di hari terakhir musim kemarin. Kini saya senang bisa kembali ke Inggris, di klub yang saya kenal dengan baik.”