Aturan Dari PSSI – Klub Bayar Gaji Antara 50-60 Persen Saat Kompetisi
Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan kembali digelar pada Oktober 2020, di tengah pandemi virus corona. Bukan hanya dua kompetisi profesional tersebut, Liga 3 yang merupakan kompetisi amatir juga bakal dilaksanakan pada Oktober.
Hal tersebut dipastikan PSSI pada Minggu (28/6) malam, dan mereka telah membuat surat baru untuk kelanjutan kompetisi, menggantikan surat sebelumnya terkait pemberhentian kompetisi karena pandemi virus corona, dengan status keadaan kahar.
Ketika kompetisi ditangguhkan 16 Maret lalu, PSSI hanya mewajibkan agar klub membayar gaji sebesar 25 persen kepada pemain, pelatih dan ofisial. Aturan itu berlaku selama keadaan kahar, periode Maret hingga Juni.
Seiring dengan keputusan ditetapkan kompetisi lanjut lagi, PSSI pun bakal merevisi soal gaji tersebut. Menurut Moch. Iriawan selaku ketua umum, klub tidak diwajibkan untuk membayarkan gaji secara penuh, karena kondisi pandemi masih berlangsung.
“Nanti disesuaikan. Setelah surat ini dikeluarkan, nanti akan diskusi kembali antara pemilik klub dengan para pelatih dan pemain. Nanti ada dasar dari PSSI antara 50 sampai 60 persen ketika bergulir,” beber Iriawan kepada awak media.
“Karena buat pemain dan pelatih, daripada kompetisi tidak bergulir maka lebih baik bergulir. Sekarang karena situasi tanpa penonton, tentu pemasukan dari klub juga tidak seperti biasa. Apalagi klub-klub besar seperti Arema, Persebaya, Persib, Persija. Itu kan pemasukan dari tiket cukup besar,” sambungnya.
Meski demikian, Iriawan menyebut masih akan coba disempurnakan bagaimana aturan terkait gaji pemain dan pelatih ini. Seluruh klub, Liga 1 dan Liga 2, akan kembali diajak berdiskusi soal bagaimana kompetisi akan dilaksanakan kembali.
“Ini nanti akan didiskusikan kembali lebih lanjut. Tapi kami sudah punya garisan berkaitan dari kompensasi atau kewajiban dari klub kepada pelatih dan pemain. Sudah ada, di dalam surat [keputusan untuk klub] itu sudah saya buat. Termasuk 50 persen, 60 persen,” tutup Iriawan.
Jika sesuai rencana awal, Liga 1 akan dilaksanakan mulai pekan keempat dan seluruh pertandingan berpusat di Pulau Jawa. Degradasi bakal dihapuskan untuk musim ini, dan jatah promosi untuk tim Liga 2 dikurangi dari tiga, menjadi dua tim saja.