Baik Buruk Kompetisi Tanpa Degradasi Bagi Pelatih PSS Sleman Dejan Antonic
Liga 1 2020 kemungkinan akan kembali digelar pada September mendatang, sesuai dengan rencana PSSI yang sudah dipaparkan kepada para klub beberapa waktu lalu.
Penyesuaian untuk kompetisi tahun ini bakal diberlakukan, karena kondisi dunia yang sedang mengalami pandemi virus corona. Salah satu hal yang diubah adalah tidak adanya tim terdegradasi.
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, memberi pandangannya terkait hal yang menjadi perdebatan ini. Menurut eks pelatih Persib Bandung tersebut, tentu ada nilai plus dari penghapusan degradasi.
“Jika Liga Indonesia tidak ada degradasi, saya pikir itu ada baik dan buruknya, Buruknya adalah jiwa kompetitif pemain akan merasa santai karena tidak ada beban degradasi,” ungkap Dejan, ketikda dihubungi.
“Baiknya, karena tidak ada beban degradasi, setiap klub tentunya bisa memaksmilkan atau mencoba semua pemain terutama memberi jam terbang pada pemain muda,” sambung arsitek asal Serbia tersebut.
Penggunaan pemain muda menjadi hal yang sepertinya wajib dilakukan, karena Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun depan. Jika klub fokus berjuang, kadang pemain muda terpinggirkan.
“Sebentar lagi Piala Dunia U-20, jadi tentunya ini [kompetisi musim ini yang tanpa degradasi] bisa jadi kesempatan baik untuk pemain muda,” urai Dejan.
Hal seperti demikian pernah dialami Dejan ketika menukangi Persib tahun 2016. Kala itu, tidak ada kompetisi resmi, melainkan Indonesia Soccer Championship (ISC). Kompetisi tersebut hanya hiburan, tanpa degradasi.
Karenanya, Dejan pun tidak sungkan untuk mempromosikan bakat-bakat muda yang dinilai punya potensi, untuk menjadi tulang punggung Persib. Kini, pemain tersebut benar-benar diperhitungkan, seperti Febri Hariyadi.
“Hal ini tentu baik, dan saya pernah melakukan ini saat di Persib Bandung kepada Febri Hariyadi dan Gian Zola di mana saat itu di ISC tidak ada degradasi, sehingga saya pun lebih leluasa memberi jam terbang pada pemain muda,” tutup Dejan.
Hingga kini klub Liga 1 mau pun Liga 2 masih menunggu kepastian dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait kepastian kompetisi. Selain penghapusan degradasi, ada pembahasan bahwa klub wajib memainkan pemain U-19/20, demi membantu timnas Indonesia.