Barito Putera Utamakan Kecerdasan Pemain Akademi
Barito Putera punya komitmen untuk mencetak para pemain muda yang nantinya bisa berguna untuk timnas Indonesia. Bukan hanya andal di lapangan, Barito juga menilai kecerdasan otak adalah hal penting.
Hal tersebut dituturkan oleh Ilham Romadhona, selaku pelatih tim Elite Pro Academy dari Laskar Antasari. Menurut Ilham, kecerdasan IQ pemain bakal memberi pengaruh besar pada pemain tersebut ketika di lapangan.
Ilham mengambil contoh ketika program Primavera dijalankan di Indonesia pada tahun 90-an. Kala itu, Kurniawan Dwi Yulianto dan Bima sakti merupakan contoh pemain dengan IQ baik, dan bagus ketika bermain.
“Tahun 1992 kami mau berangkat ke Italia, ada tes IQ sekitar 600 soal, dijawab mulai jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Saat itu yang paling baik hasil tesnya Kurniawan, terbukti dia pemain cerdas. Beda dengan Bima Sakti, dia punya ketekunan yang hingga kini ia bawa,” jelas Ilham.
Tak sedikit pemain muda Barito yang mengikuti program Garuda Select, mereka juga harus menjalani sesi tes IQ. Hal tersebut dinilai penting, sehingga seluruh pemain Barito dari tim junior seperti U-16 dan U-18, menjalani tes IQ.
“Garuda Select juga ada tes IQ. Harusnya di setiap SSB, grassroot, usia dini itu memang harus ada tes IQ. Makanya akademi Barito U-16 dan U-18 itu terbaik di antara semuanya, banyak yang mengadposi dari Barito,” urai Ilham.
Selain harus tekun dalam berlatih sepakbola di lapangan, Laskar Antasari mendukung penuh para pemain muda mereka untuk benar-benar menjalani kegiatan akademis seperti sekolah. Itu dinilai sebagai hal dasar.
“Paling mendasar, meski para pemain Elite Pro dikumpulkan, tapi mereka tidak melupakan sekolah. Sekolah itu penting, bagian dari teknis strategi di lapangan, bagaimana mereka bisa mengembangkan permainan. Kalau tidak punya IQ yang baik, strategi tidak akan jalan.”