Bayern Munich vs Chelsea: Omongan David Luiz Kepada Bastian Schweinsteiger Sebelum Gol Didier Drogba
Bastian Schweinsteiger mengungkap perkataan Daid Luiz sebelum Didier Drogba mencetak gol ikonik di final Liga Champions 2012.
Chelsea mengejutkan dunia dengan menghajar Barcelona di semi-final untuk merangkai pertarungan final lawan Bayern Munich yang sebelumnya menyingkirkan Real Madrid.
Raksasa Jerman tersebut menjadi favorit juara apalagi pertarungan tersebut digelar di Allianz Arena.
Benar saja, Bayern mendominasi pertandingan dengan menciptakan sejumlah peluang namun benteng pertahanan Chelsea yang kukuh berhasil meredam pergerakan Arjen Robben dan Thomas Muller.
Petr Cech juga punya peran penting, dia berdiri tegap di bawah misar gawang dan seperti sulit untuk ditaklukkan meski pada akhirnya dia tidak bisa membantu tim saat Bayern membuka keunggulan ketika laga tinggal menyisakan waktu tujuh menit.
Muller menanduk operan Toni Kross dan membuat tribun tuan rumah bergemuruh bersiap menyambut trofi antarklub paling bergengsi di Eropa tetapi Chelsea tidak menyerah begitu saja.
Drogba membalas gol melalui sundulan kepala yang menaklukkan kiper Manuel Neuer memanfaatkan umpan tendangan sudut Frank Lampard pada menit 88. Pertandingan kemudian harus melewati babak perpanjangan waktu.
Chelsea kemudian menang 4-3 adu penalti, Drogba juga berhasil melesakkan bola dari titik putih sehingga untuk pertama kali Chelsea menyandang status sebagai penguasa sepakbola Eropa.
Schweinsteiger yang kemudian berpisah dengan Bayern setelah laga dramatis tersebut mengatakan Luiz telah memprediksi Drogba bakal menyamakan kedudukan, sesaat sebelum Lampard mengirimkan bola.
Di film dokumenter Amazon ‘Schw31ns7eiger Memories – From Beginning to Legend’ dia menjelaskan: “David Luiz datang ke kotak penalti dan mengatakan pada saya: ‘Dan sekarang: Goal!'”
Shweisteiger kemudian mengungkap jika Jupp Heynckes kesulitan untuk mendapatkan penendang penalti, dengan menambahkan: “Hampir semua kacau. Mereka menghindar, mengangkat tangan dan mengatakan: ‘Tidak ingin menendang,'”
Mantan pemain timnas Jerman ini menjadi algojo tetapi gagal menyarangkan bola dan dia mengaku kesulitan menghadapi tekanan yang begitu besar.
“Saya tidak mau melihat wajah-wajah kekecewaan. Anda tahu: Anda sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, semua telah selesai.”