Bek Persija Jakarta Otavio Dutra Anggap Angka Lima Sebagai Nomor Cantik
Stoper naturalisasi Persija Jakarta, Otavio Dutra, menceritakan bagaimana ia akhirnya terus-menerus menggunakan nomor lima — nomor yang sebenarnya bukan pilihan favorit dirinya ketika datang ke Indonesia.
Memulai karier di Tanah Air pada 2010, Dutra sejatinya tidak mau menjadikan nomor lima sebagai pilihan untuk nomor punggung. Namun, nomor tersebut perlahan menjadi favoritnya, dan membawa keberuntungan.
Di Brasil, nomor lima memang bukan identitas untuk seorang bek tengah. Nomor tersebut lebih menjadi favorit untuk para pemain bertipe gelandang sentral, nomor tiga dan empat lebih jadi idaman para stoper Brasil.
“Sebagai pemain belakang saya cenderung memakai nomor punggung tiga dan empat, dan itu nomor saya gunakan saat saya di Brasil. Akan tetapi saat sampai di Indonesia pertama kali nomor itu sudah ada yang menggunakan praktis saya memilih nomor lain,” urai Dutra.
“Akhirnya saya memutuskan saat itu saya memilih nomor lima, dan saya juga pernah menggunakan itu saat menjadi gelandang di salah satu klub Brasil. Dan saya suka nomor lima karena nomor itu nomor yang cantik,” sambung mantan pemain Corinthians ini.
Bermain di Indonesia, Dutra menikmati banyak sukses dengan menjuarai kompetisi bersama Persipura Jayapura hingga Bhayangkara FC pada Liga 1 2017 lalu. Dutra mengakui, nomor lima kini jadi nomor keberuntungan. “Berkat nomor itu saya berhasil meraih sukses dengan juara di klub saya bela,” bebernya.
Pemain 35 tahun ini menempuh karier yang cukup panjang sebelum bermain di Indonesia, dan menetapkan diri untuk menjadi Warga Negara Indonesia. Noroesto hingga Toledo menjadi beberapa klub yang pernah ia bela selain Corinthians.
Ketika masih di jenjang akademi, Dutra juga pernah bermain bersama kiper legendaris Brasil yang pernah memperkuat AC Milan, Dida. Peraih Piala Dunia bersama timnas Brasil itu dinilai Dutra sebagai sosok yang ramah, ketika berlabel pemain yang lebih senior darinya.
“Saya suka dengan sosok Dida. Saya pernah bermain bersamanya di Corinthians waktu itu usia 18 tahun. Saya lihat dia setiap hari selalu semangat dalam berlatih dan menambah porsi latihan. Karisma dia di luar lapangan juga baik,” urai Dutra soal sosok Dida.