July 29, 2019

Berita Tottenham Hotspur – Kalah Di Final Liga Champions Bikin Mauricio Pochettino Kurung Diri Di Rumah

Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengaku tidak keluar dari rumahnya selama sepuluh hari setelah dikalahkan Liverpool di final Liga Champions musim lalu.

Di pertandingan yang digelar di Wanda Metropolitano pada awal Juni kemarin, tim arahan Pochettino terpaksa mengubur mimpinya setelah kalah dua gol tanpa balas.

Adalah gol penalti Mohamed Salah di awal laga dan tendangan pemain pengganti Divock Origi jelang bubaran yang membuyarkan harapan Spurs, dan Pochettino kemudian hanya bisa larut dalam kekecewaan.

“Ya, [kekalahan di final] itu sulit,” buka Pochettino. “Kami memiliki tiga pekan persiapan yang luar biasa sebelum final. [Kami] sangat kecewa dengan cara kami kalah.

“Itu sangat buruk. Saya membandingkannya dengan musim panas 2002, ketika kami bermain imbang melawan Swedia dan kami dikalahkan Inggris di babak grup Piala Dunia, dalam rentang satu pekan. Sebagai pemain dan manajer, keduanya adalah momen terburuk dalam karier saya.”

Pochettino melanjutkan: “Saya baru pergi dari Madrid menuju Barcelona sehari setelahnya. Saya menghabiskan sepuluh hari di rumah saya dan saya tidak ingin keluar. Ya, itu sulit karena Anda hampir meraih kejayaan.

“Saya pikir kami lebih baik ketimbang Liverpool. Itu memang bukan final yang hebat namun detail kecil menghadirkan perbedaan.

“Pemenang move on dengan cepat. Mungkin sepuluh hari seperti saya, atau 15 hari.

“Ketika itu datang masa liburan, kemudian menjadi lebih buruk karena setiap hari Anda memikirkan hal yang sama, tapi ketika Anda mulai berlatih, Anda segera melupakan hal-hal buruk di masa lalu.

“Momen ketika Anda move on, api di dalam diri kembali menyala,” pungkasnya.