September 09, 2019

Bersama Arsenal, Arsene Wenger Terlalu Sibuk Untuk Memikirkan Sepakbola

Arsene Wenger merasa ‘diserang’ oleh menumpuknya tuntutan di periode sepakbola modern manajerialnya bersama Arsenal. 

Setelah 20 tahun berpetualang di London, Wenger meletakkan jabatannya pada 2018 dan hingga detik ini masih belum bersedia merangkai lagi karier kepelatihan. 

Merapat ke the Gunners pada 1996, juru taktik asal Prancis ini mengalami perbedaan radikal ekspektasi terhadap seorang pelatih dan mengaku merasa jengkel. 

“Kekecewaan saya di akhir petualangan bersama Arsenal adalah saya tidak memiliki waktu yang cukup untuk memikirkan sepakbola,” ungkapnya di beIN SPORTS.

“Mungkin saya berada di model manajemen dengan banyak hal yang harus dikerjakan dan saya lambat. Jika dipikirkan lagi, saya diserang sejak kedatangan hingga akhir.”

“Pada dasarnya saya diserang oleh segudang tuntutan yang membuat saya tidak lagi berkonsentasi pada sepakbola yang sebenarnya jadi hal terpenting dalam pekerjaan ini.”

Arsitek tim berusia 69 ini kemudian membandingkan bola basket dan sepakbola dengan menjelaskan adanya obsesi terhadap pemain, bukan tim secara keseluruhan.

“Kita mulai mengikuti tren di NBA,” lanjutnya. 

“Secara keseluruhan, dalam 10-15 tahun ke depan, kita harus memikirkan langkah selanjutnya. Anda bisa lihat, banyak pemain top tetapi ada dimensi yang menghilang yaitu cara berpikir dan sikap tim terhadap permainan.”

“Mungkin karena tekanan yang diterima pemain secara individu sekarang lebih besar. Pemain akan lebih memikirkan performa individu. Saya bisa melihat ada pemain bagus dalam sebuah pertandingan, namun ketika mereka bermain bersama, mereka tidak terlihat seperti layaknya sebuah tim.”