June 23, 2020

Borneo FC Pilih Liga 1 Dimulai Kembali Oktober

Liga 1 2020 akan kembali dilanjutkan di tengah pandemi virus corona. Dari rencana yang dipaparkan PSSI, kompetisi kasta teratas Indonesia tersebut bakal kembali diselenggarakan pada September.

Hingga kini memang belum ada kepastian soal jadwal terbaru Liga 1, namun ada potensi bahwa Liga 1 baru bisa dilaksanakan Oktober. Hal itu pun sudah dibeberkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Selaku operator kompetisi, LIB masih menyusun bagaimana prosedur baru soal pelaksanaan kompetisi, yang tentu membutuhkan banyak penyesuaian berdasarkan kondisi Indonesia di tengah wabah corona saat ini.

Borneo FC sebagai salah satu tim peserta Liga 1 ingin segera bergerak mempersiapkan tim mereka kembali. Namun, Pesut Etam menunggu kepastian dari PSSI dan juga operator, soal bagaimana Liga 1 nanti.

“Kami berharap jadwalnya disiapkan sesegera mungkin. Kalau bisa awal Juli sudah ada. Kami menunggu jadwal ini agar tim bisa menentukan kapan waktu berkumpul, melakukan persiapan dan lain-lain,” ucap Nabil Husein, presiden klub.

Beredar isu bahwa ada dua pilihan soal kapan Liga 1 kick-off kembali, yakni antara 18 September, atau 1 Oktober. “Saya lebih memilih liga bergulir lagi mulai Oktober 2020,” tegas Nabil memaparkan.

Hingga saat ini belum ada informasi terbaru soal pelaksanaan kompetisi dengan penyesuaian situasi saat ini. Teranyar, PSSI baru sekadar memastikan bahwa Liga 1 dan Liga 2 2020 harus kembali dilaksanakan.

Jika mengacu pada beberapa kebijakan yang dipaparkan oleh PSSI beberapa waktu lalu kepada klub Liga 1 dan Liga 2, beberapa hal yang berubah adalah sentralisasi pertandingan untuk dipusatkan di Pulau Jawa.

Selain itu, musim 2020 juga tidak akan diberlakukan degradasi, untuk Liga 1 dan Liga 2. Hanya saja, jumlah jatah promosi untuk tim Liga 2 bakal dikurangi, dari tiga tim yang promosi ke Liga 1 2021, menjadi hanya dua.

Protokol kesehatan sudah pasti menjadi hal paling penting yang bakal diterapkan pada kompetisi nanti. Selain itu, tengah terjadi pembahasan soal bagaimana kontrak pemain dan pelatih untuk kompetisi di masa pandemi ini.

Sebagai pengingat, PSSI yang menetapkan status kahar pada Maret hingga Juni, mengeluarkan kebijakan untuk klub hanya memberikan gaji maksimal 25 persen kepada pemain dan ofisial mereka.