CEO Beberkan Masalah Utama Persebaya Surabaya Musim Ini
Persebaya Surabaya berhasil menyelesaikan musim 2019 dengan menempati posisi dua klasemen. Mereka mengoleksi 54 poin, atau terpaut sepuluh poin dari Bali United sebagai kampiun Liga 1 2019.
Di balik hasil indah untuk klub berjuluk Green Force tersebut, berbagai masalah mereka hadapi musim ini. Dari mulai penampilan yang inkonsisten, pergantian pelatih, hingga mendapat hukuman dari Komisi Disiplin PSSI.
Azrul Ananda selaku CEO klub menuliskan masalah utama dari Persebaya musim ini. Ia tidak ragu menilai bahwa Persebaya justru punya masalah di kandang, alias partai home. Hal itu dilihat dari perolehan poin.
Dari 17 pertandingan di kandang, Persebaya hanya tujuh kali menang, sembilan kali imbang, dan sekali kalah. Persebaya juga harus melakoni tiga laga kandang di luar pulau Jawa, karena hukuman Komdis, akibat invasi suporter ketika tampil di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
“Teman-teman semua, pendukung Persebaya di mana pun Anda berada. Kita tidak akan bisa jadi juara, kita tidak akan bisa mendunia, kalau kita tidak menuntaskan masalah home ini,” tulis Azrul.
“Kita tidak mampu tampil maksimal di kandang? Urusan di lapangan, itu masalah tim. Silakan salahkan saya. Karena saya CEO-nya. Saya juga sudah menyampaikan maaf itu dalam pertemuan bersama Kapolrestabes dan teman-teman perwakilan suporter. Entah sudah tersampaikan ke semua atau tidak,” sambungnya.
Sosok 42 tahun itu mengajak seluruh loyalis Persebaya untuk berbenah supaya tidak ada lagi hukuman Komdis di masa mendatang, tidak ada lagi kerugian karena pengrusakan, dan tentu sama-sama memperbaiki masalah kandang, untuk musim 2020.
“Teman-teman sekalian, penggemar Persebaya di mana pun Anda berada. Kita punya problem home. Lebih dari sekadar yang terlihat di analisis klasemen,” catat Azrul.
“Tahun depan, kita harus menemukan solusi untuk problem home ini. Baik yang di lapangan maupun yang di tribune. Dan banyak di antaranya ada di luar ranah kerja tim dan manajemen.”
“Teman-teman sekalian, penggemar Persebaya di mana pun Anda berada. Alangkah indahnya kelak, kalau Persebaya ini jadi juara yang benar-benar People’s Champion. Tim optimal/maksimal di lapangan, secara perusahaan sehat dan sustainable, dan pendukungnya lebih dari sekadar fanatik. Yaitu fanatik positif, bukan fanatik yang merugikan masyarakat Surabaya dan Indonesia.”