Cesc Fabregas: Jose Mourinho Adalah Teman, Pep Guardiola Tidak
Gelandang AS Monaco, Cesc Fabregas (33 tahun), menganggap mantan manajernya di Chelsea, Jose Mourinho, sebagai teman. Tapi, ia mengaku tidak berbicara dengan eks bosnya di Barcelona, Pep Guardiola.
Fabregas mulai mencuri perhatian sejak dipromosikan ke skuad utama Arsenal saat berusia 16 tahun pada 2003 silam. Ia lantas kembali ke Barcelona—klub masa kecilnya—pada 2011.
Di Barca, Fabregas dilatih oleh Guardiola. Ia sukses membantu tim meraih enam trofi dalam tiga musim.
Pada periode tersebut, bentrok El Clasico dengan Real Madrid pas lagi panas-panasnya, baik saat pertandingan berlangsung atau di luar itu. Sesekali Mou—yang kala itu melatih Madrid—pun kerap terlibat perang kata-kata dengan Guardiola.
Yang menarik, ketika Mou melakoni periode kedua kepelatihan bersama Chelsea, juru taktik asal Portugal itu mendatangkan Fabregas dari Barca pada 2014.
“Mourinho adalah orang yang paling menginspirasi saya untuk meninggalkan Barca,” ucap Fabregas kepada media Spanyol, Tot Costa, Rabu (18/11).
“Dia bilang bahwa kami bisa bersama ketika dia melatih Chelsea dan saya main di Arsenal, dan kemudian ketika dia melatih Real Madrid dan saya di Barcelona, ??tetapi bagi dia semuanya berakhir di sana,” tutur pemilik 110 caps di timnas Spanyol itu.
“Dia memberi tahu saya tentang proyeknya. Saya memprioritaskan sisi profesional, dan hari ini saya terus berkomunikasi dengannya sebagai teman, dia banyak membantu saya saat itu dan dengannya saya memainkan salah satu musim terbaik saya,” tambahnya.
Ya, Fabregas memang menjadi pilar Chelsea saat menjuarai Liga Primer Inggris musim 2014/15. Kala itu, sang pemain adalah jagonya menciptakan peluang, melancarkan operan tepat sasaran, hingga assist.
Tapi, Fabregas justru tidak terkesan dengan kompatriotnya, Guardiola. Meskipun nama pertama pernah mengaku mengidolakan pelatih berkepala botak itu.
“Dengan Guardiola, saya sudah tidak berbicara lagi,” kata Fabregas.
“Ada hal-hal yang terjadi yang tidak perlu saya bicarakan,” ujar sang pemain.
“Dia adalah idola saya di masa kecil, mungkin dia adalah orang yang paling banyak saya pelajari sebagai pemain, sebagai idola, dan kemudian sebagai pelatih, tapi hanya itu,” pungkasnya.