Danny Murphy: Bek Liverpool Trent Alexander-Arnold Perpaduan David Beckham & Kevin De Bruyne
Danny Murphy menilai, bek sayap Liverpool Trent Alexander-Arnold adalah sosok perpaduan dari David Beckham dan Kevin De Bruyne. Sang defender berbakat jadi bagian integral dari kampanye juara Liverpool di musim ini.
Dalam tiga dekade, The Reds telah menyaksikan pemain kunci mereka memainkan peran sebagai bintang tim. Mulai dari lini belakang ke depan, Jurgen Klopp sukses menemukan formula untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dari skuadnya dan membuat mereka berkembang secara kolektif.
Anak asli Merseyside, Alexander-Arnold, jadi salah satu sosok yang tengah menikmati peningkatan tajamn dalam kariernya. Dia terus berkembang menjadi salah satu pemain ikonik di Liverpool dalam usianya yang baru beranjak 21 tahun.
Mantan gelandang Liverpool, Murphy, tak sungkan melayangkan puja-pujinya untuk fullback timnas Inggris tersebut.
“Tidak ada pemain mana pun yang dikenal karena kualitasnya berasal dari sektor sayap sejak David Beckham. Ini seperti memiliki Kevin De Bruyne sebagai bek kanan,” kata Murphy menyanjung habis Trent, kepada Daily Mail.
“Mungkin saja bermain di posisi itu selama sepuluh tahun ke depan, tapi dia juga cukup bagus untuk beralih ke posisi gelandang. Seorang anak lokal, dia memiliki kepribadian yang dingin untuk mengatasi tekanan ekstra,” sambung sang legenda.
Di sisi berlawanan Alexander-Arnold, yakni Andy Robertson, juga jadi aset Liverpool lainnya. Murphy memberikan kredit pada bintang Skotlandia tersebut.
“Tim terbaik Liverpool selalu melibatkan setidaknya satu orang Skotlandia. Tingkat kebugaran yang luar biasa untuk naik dan turun dari posisi bek kiri, salah satu karakter yang bagus untuk ruang ganti tim,” jelas Murphy.
Dua fullback energetik Liverpool ini sekarang menjadi senjata penting tim dalam membantu penyerangan. Namun, trisula maut mereka masih mewarnai berita-berita utama media.
Mohamed Salah kembali menikmati kampanye menakjubkan di tahun ketiganya di Merseyside, di mana supserstar Mesir itu tengah mengincar Sepatu Emas Liga Primer ketiga dalam kariernya.
“Semua orang berharap dia mengulangi 44 gol yang dicetaknya dua musim lalu. Itu tidak mungkin, tapi rekornya masih luar biasa untuk seorang pemain yang jarang bermain sebagai penyerang tengah. Kebahagiaan yang ditunjukkannya ketika mencetak gol pertama menghadapi [Manchester] United di Anfield merupakan salah satu yang paling menarik musim ini,” lanjut Murphy.
Mengomentari petualangan Roberto Firmino sejak berseragam Liverpool, Murphy menambahkan: “Tidak berhasil mencetak gol Liga Primer di Anfield, tapi dia adalah alasan utama Mo Salah dan Sadio Mane mampu mencetak banyak gol. Kami jarang melihat para striker begitu gembira dengan assist yang diberikannya, tapi dia juga mencetak gol indah untuk memenangkan laga kontra Spurs.”
Betapa pun gemilangnya Salah, Firmino, bahkan kapten Jordan Henderson yang menjalani kampanye musim yang fantastis, Murphy memilih Mane sebagai pemain terbaik Liverpool saat ini.
“[Mane adalah] pemain terbaik saya musim ini. Dia telah menjadi penentu kemenangan Liverpool di banyak kesempatan. Tampak kuat dan bagus di udara di samping kecepatan dan kemampuan menembaknya yang jelas. Robertson pasti suka bermain di belakangnya karena tahu pekerjaan defensif yang dilakukan Mane,” pungkasnya.