Di Tengah Protes Perlakuan Rasisme, Muncul Banner ‘White Lives Matter’ Saat Manchester City Jamu Burnley
Sebuah pesawat yang membawa spanduk “White Lives Matter” terlihat terbang di atas Etihad Stadium selama pertandingan Manchester City melawan Burnley, yang lantas memicu kemarahan di tengah protes dan demonstrasi yang sedang berlangsung menentang ketimpangan rasial.
Semua pemain Liga Primer Inggris telah mengenakan “Black Lives Matter” di belakang jersey mereka sejak kompetisi kembali dilanjutkan, dan itu adalah bentuk protes yang dipicu kematian George Floyd di Amerika Serikat.
Rentetan aksi protes itu telah memicu demonstrasi di seluruh dunia, dengan Weston McKennie, Jadon Sancho dan Marcus Thuram menjadi segelintir yang ikut bersuara di Bundesliga, selagi Marcelo menjadi berita utama lewat pertunjukkannya di LaLiga.
Di Liga Primer, jersey para pemain juga memiliki patch Black Lives Matter selain patch untuk NHS guna memberi penghormatan atas kerja tenaga medis selama pandemi virus corona.
Selain jersey, pemain di Liga Primer ikut ambil bagian dalam aksi hening sebelum kick-off, selain berlutut saat peluit pembuka demi menunjukkan solidaritas atas gerakan Black Lives Matter.
Segera setelah dimulainya pertandingan Selasa (23/6) dini hari WIB tadi antara tim peringkat dua Manchester City dan Burnley, sebuah pesawat terlihat melintas di atas kepala para pemain sembari membawa spanduk bertuliskan “White Lives Matter Burnley”.
A plane flying over the Etihad stating: “White Live Matter, Burnley.” Absolutely pathetic.
— Jonathan Smith (@jonnysmiffy) June 22, 2020
Imagine being so upset players are taking a knee to fight for other human’s rights that you make a banner and rent a plane to try and say your life matters. This country is done. pic.twitter.com/T8dgSkoqwk
— Elliot Hackney (@ElliotHackney) June 22, 2020
A plane has just flown over the Man City V Burnley game with a banner that says “White lives matter – Burnley.”
An absolute disgrace.
— Freddie (@FreddieBailey96) June 22, 2020
Whoever’s put that plane banner in the air has no place at Turf Moor. Backwards, disgusting, embarrassing. Get out of our club.
— Amy (@amywiseman22) June 22, 2020
#TimeForChange pic.twitter.com/xB58bMXB4X
— Raheem Sterling (@sterling7) June 22, 2020
Spanduk itu terbang di atas Etihad Stadium beberapa menit saat pertandingan dijalankan, tak lama setelah para pemain di lapangan selesai berlutut, dan berputar di atas untuk saat-saat awal pertandingan.
Belum ada konfirmasi siapa yang membayar agar spanduk itu ditampilkan, tetapi mereka yang melihat itu langsung mengutuk kejadian tersebut di media sosial.
Karena dipojokkan, Burnley kemudian merilis pernyataan resmi di babak pertama, yang berbunyi: “Burnley Football Club sangat mengutuk tindakan mereka yang bertanggung jawab atas pesawat dan spanduk ofensif yang terbang di atas Stadion Etihad pada Senin malam.
“Kami ingin menjelaskan bahwa mereka yang bertanggung jawab [atas spanduk itu] tidak diterima di Turf Moor.
“Ini sama sekali tidak mewakili apa yang dimaksudkan oleh Burnley Football Club dan kami akan bekerja sepenuhnya dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab dan mengeluarkan larangan seumur hidup.
“Klub memiliki catatan yang membanggakan dalam merangkul semua jenis kelamin, agama dan kepercayaan melalui skema pemenang penghargaan di komunitas, dan menentang rasisme dalam bentuk apa pun.
“Kami sepenuhnya mendukung gerakan Black Lives Matter di Liga Primer dan, sejalan dengan semua pertandingan Liga Primer yang dilakukan sejak Project Restart, para pemain dan staf sepakbola kami rela berlutut saat kick-off di markas Manchester City.
“Kami meminta maaf tanpa syarat kepada Liga Primer, ke Manchester City dan kepada semua yang membantu mempromosikan Black Lives Matter.”