Dikritik Fans, Tottenham Hotspur Akhirnya Bayar Penuh Gaji Karyawan
Setelah mendapat kritik dan kecaman keras dari pendukungnya, Tottenham Hotspur akhirnya membatalkan keputusan untuk merumahkan karyawan mereka.
Tottenham, bersama sejumlah klub Liga Primer Inggris lain, sebelumnya memanfaatkan skema cuti (furlough) dari pemerintah Inggris untuk merumahkan karyawan mereka yang tidak bermain (non-playing staff). Lewat skema tersebut, para pegawai yang tidak bekerja ini mendapat bayaran sebesar 80 persen gaji bulanan dari dana bantuan pemerintah.
Kebijakan itu mengundang kontroversi dari kalangan fans. Liverpool juga dikritik habis-habisan karena menerapkan kebijakan ini sebelum akhirnya membatalkannya. Kini, Spurs menempuh langkah serupa.
“Kami memutuskan bahwa semua karyawan yang tidak bermain — baik yang penuh waktu, paruh waktu, atau dirumahkan — akan menerima 100 persen dari gaji mereka untuk bulan April dan Mei. Hanya direksi klub yang akan mengalami pemotongan gaji,” demikian pernyataan resmi dari Tottenham.
Sementara itu, chairman Tottenham Daniel Levy mengakui bahwa dirinya telah salah menilai dalam situasi ini. “Kami menyesali atas segala hal yang disebabkan karena masalah ini, terutama dalam periode tak menentu seperti sekarang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tottenham juga mengumumkan bahwa stadion mereka akan digunakan sebagai tempat pelayanan NHS (Layanan Kesehatan Nasional). Tottenham Hotspur Stadium pun jadi stadion pertama di Liga Primer Inggris yang digunakan untuk melakukan tes virus corona.