November 24, 2020

Eks Pemain & Manajer Tim Sherwood: Jose Mourinho "Cuci Otak" Pemain Tottenham Hotspur

Mantan pemain dan manajer Tottenham Hotspur, Tim Sherwood, mengatakan bahwa Jose Mourinho telah mengubah visi Harry Kane dkk.

Terkini, Tottenham sukses mengalahkan Manchester City dengan skor 2-0 pada pekan kesembilan Liga Primer Inggris, akhir pekan lalu.

Hasil tersebut mengatrol posisi Spurs ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 20 poin, unggul selisih gol atas juara bertahan Liverpool yang meguntit di urutan kedua.

Kala Mourinho ditunjuk sebagai suksesor Mauricio Pochettino pada November 2019, fans Spurs terbelah. Sebagaian setuju, sisanya tidak terkesan.

Sherwood merasa Mourinho telah menanamkan mental pemenang di skuad Spurs. Ia merasa The Lilywhites bakal menjadi penantang gelar serius musim ini. Apalagi, duet Kane-Son Heung-min sedang bagus-bagusya.

“Dia [Mourinho] telah menemukan cara terbaik dalam membentuk tim yang dia miliki,” ucap Sherwood seperti dilansir dari talkSPORT, Senin (23/11).

“Dia melakukan pembelian dengan sangat baik, [Sergio] Reguilon adalah rekrutan  yang bagus di bek kiri, tetapi [Pierre-Emile] Hojbjerg bagi saya adalah yang terbaik. Dia cocok dengan gaya Mourinho dengan bertugas melindungi dua bek tengah.”

“Jose telah mencuci otak para pemainnya untuk percaya bahwa mereka harus bekerja untuk pencapaian tertentu. Mereka perlu memenangkan trofi.”

“Saat Anda bermain sekuat itu, dia hampir mencuci otak para pemainnya untuk tampil percaya diri.”

“Lantas, kenapa ada yang tidak yakin kepadanya? Dia memenangkan 20 trofi kompetitif dalam karier kepelatihannya dan timnya memenangkan pertandingan.”

“Jadi Anda mulai percaya bahwa dia adalah orang yang tepat, dia tahu apa yang dia bicarakan, dan mengapa kita tidak yakin dia bisa memenangkan liga?”

“Saat sebuah tim memiliki pemain seperti Son dan Kane, yang berkelas dunia dan mungkin bisa bermain di tim manapun di dunia, Anda selalu punya peluang.”

“Mereka tidak bermain selalu bagus musim ini, tapi siapa peduli?”

“Di belakang medali saya, tidak tertulis: ‘Oh, bagaimanapun juga kami tidak bermain bagus selama 24 pertandingan’.”

“Anda hanya harus paksakan untuk terus melaju hingga meraih trofi pada akhir musim, dan selesai!,” ucap penggawa Blackburn Rovers saat menjuarai EPL 1994/95 itu.