March 11, 2020

Enam Pertandingan Tanpa Kemenangan, Magis Jose Mourinho Habis?

Jose Mourinho dahulu mengklaim diri sebagai The Special One, namun sepertinya itu tidak lagi berlaku setelah ia menjalani periode terburuknya di dunia manajerial.

Mourinho yang kini menukangi Tottenham Hotspur tengah menjalani enam laga tanpa kemenangan di semua kompetisi, dan terakhir kalah telak 3-0 ketika bertandang ke markas RB Leipzig di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3) dini hari WIB tadi, di pertandingan ke-935 dalam kariernya.

Opta mencatat itu sebagai kekalahan telak lainnya yang pernah dialami Mourinho di Liga Champions, setelah sebelumnya menyerah 4-1 ketika Real Madrid arahannya dibekuk Borussia Dortmund pada April 2013.

Lebih dari itu, Mourinho yang dahulu dikenal punya tim dengan pertahanan terbaik justru telah kebobolan 37 kali di semua kompetisi sejak mengambil alih Spurs pada 23 November 2019. Catatan itu sedikit lebih baik dari kontestan Liga Primer Inggris Aston Villa (42).

Mengenai ini, Mourinho, yang kehilangan sejumlah pilarnya karena cedera, mengatakan: “Dengar, tentu saja saya kemarin bersikap positif, itu harus selalu saya lakukan. Jika Anda tidak positif, lebih baik tidak datang ke pertandingan.

“Ya, kita semua sempat percaya diri namun kami tahu bahwa momen sekarang ini sangatlah sulit. Mereka [Leipzig] adalah tim yang sangat kuat.

“Ini sulit bagi kami untuk mencetak gol saat ini. Dua kesalahan pertama kami langsung mereka manfaatkan menjadi gol, dan kemudian itu menjadi sangat sulit. Level fisik mereka luar biasa, pemain belakang mereka memenangkan duel, mereka menghentikan permainan. Mereka juga sangat cepat dalam serangan balik. Mereka bisa melukai kami sepanjang waktu, mereka layak lolos.

“Jika saya bisa mengkritik sejumlah pemain, saya akan merahasiakannya untuk kami sendiri. Mereka sudah berusaha memberikan yang terbaik.

“Kami melakukan banyak kesalahan, kesalahan yang sudah kami analisis di pertandingan sebelumnya. Saya tidak pernah menyalahkan pemain dengan kondisi sulit seperti ini. Ini sulit bagi saya untuk berhadapan dengan pemain yang tidak bisa menampilkan potensinya, bukan mereka yang sudah mencapai batas. Saya bersama para pemain ini.

“Tidak ada yang perlu disalahkan. Di setiap pertandingan kami memiliki masalah cedera. Itu adalah bagian cerita musim ini. Terus berulang. Lihat saja bangku cadangan kami malam ini. Ini sangat sulit. Saya tidak bisa menyalahkan pemain.

“Saya tidak merasa kami akan melakukan perombakan besar, di musim panas, kecuali sesuatu terjadi selama Euro. Kami punya Sissoko yang akan segera pulih, kami punya [Harry] Kane], kami punya Son [Heung-Min], itu masif.”