Final Piala Indonesia 2018 – Polda Sulawesi Selatan Sebut Situasi Tidak Aman Adalah Kabar Hoaks
Final leg kedua Piala Indonesia 2018, antara PSM Makassar dan Persija Jakarta, di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, gagal digelar pada Minggu (28/7) petang, sesuai rencana.
Keputusan tersebut diumumkan PSSI beberapa jam sebelum pertandingan dimulai, berdasarkan pertimbangan keamanan dan kenyamanan. Padahal, suporter sudah memadati stadion.
Kabid Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani, membeberkan, bahwa pihak kepolisian sudah memberikan pengamanan ekstra untuk laga ini. Setelah kejadian pelemparan bus yang menimpa Persija.
“Polda Sulsel [Sulawesi Selatan] beserta jajaran Polrestabes Makassar, Polres Gowa, Polres Pangkep, Polres Maros, Polres Takala, dan Polres Pelabuhan sejumlah 4000 personel sudah melakukan pengamanan secara maksimal,” ucap Dicky.
“Kalau ada pihak yang menyatakan situasi tidak aman, adalah hoaks. Polda Sulsel berhasil meredam kekecewaan penonton yang sudah membayar tiket, namun mereka tidak berbuat anarkis,” sambung Dicky.
Terkait pelemparan bus yang dialami Persija pada sesi latihan resmi, Sabtu (27/7) kemarin, Dicky membeberkan bahwa hal itu bukan karena niatan benci kepada Persija sebagai tim tamu.
“Kalau kemarin ada pelemparan bus Persija oleh beberapa suporter PSM, itu karena mereka kecewa tidak mendapatkan tiket. Kebetulan ada bus Persija lewat, dilampiaskan ke bus tersebut,” urai dia.
Dicky sendiri membeberkan bahwa pihak kepolisian sudah memberikan penawaran untuk memberi Persija pengamanan ekstra di setiap sesi, termasuk latihan resmi. Namun, menurut Dicky, pihak Persija yang menolak.
Kini, status leg kedua laga final Piala Indonesia ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Pada leg pertama lalu, Persija mampu membekuk PSM Makassar, di Stadion Gelora Bung Karno, dengan skor 1-0.