Gelandang Persija Jakarta Sandi Sute Berharap Dipanggil Timnas Indonesia
Sandi Sute menjadi salah satu gelandang pekerja keras dengan jam terbang tinggi saat ini. Dirinya juga menjadi pemain yang vital untuk kesuksesan Persija Jakarta ketika meraih berbagai gelar pada musim 2018.
Pemain yang pernah membela Bali United itu menjadi pilihan utama pelatih Stefano Cugurra ‘Teco’ saat Persija menjuarai Liga 1 hingga Piala Presiden. Namun, sekali pun Sandi tak pernah mendapat penilaian berlebih.
Pintu timnas Indonesia seakan masih tertutup untuk pemain berusia 27 tahun tersebut. Ia pernah mendapat peluang untuk berseragam Merah Putih, ketika timnas Indonesia U-23 dilatih oleh Aji Santoso.
“Saya pernah di timnas U-23 2014 bersama coach Aji Santoso. Kalau senior memang belum. Mungkin sekali lagi itu belum rezeki saya,” jelas Sandi, dikutip laman resmi Persija.
“Tidak mungkin saya memaksa kehendak, semuanya sudah ada yang mengatur termasuk masuk timnas,” sambung pemain yang berasal dari Palu tersebut.
Saat ini timnas Indonesia di bawah arahan manajer pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Sandi berharap bisa mencuri perhatian Tae-yong dengan kerja kerasnya di lapangan ketika Macan Kemayoran tampil.
Dirininya terus berdoa supaya bisa mendapat kesempatan dipanggil timnas Indonesia suatu saat nanti, meski kini legawa dengan sederet pemain tengah Tanah Air yang kualitasnya lebih bagus dari Sandi.
“Mungkin saat ini masih banyak yang lebih baik dari saya, dan itu pecutan buat saya juga untuk bisa lebih baik,” ungkap Sandi.
“Sekali lagi saya selalu berdoa dan berusaha keras di setiap latihan. Mudah-mudahan Coach Shin bisa melirik saya ke depannya, rezeki untuk masuk ke timnas sekali lagi sudah ada yang mengatur,” tutupnya.
Sempat dikenal sebagai pemain yang rajin melakukan pelanggaran, Sandi tetap menjadi instrumen penting Persija karena daya juangnya untuk menjangkau setiap inci lapangan. Hukuman pernah dirasakan Sandi, di era Sergio Farias.
Kala itu, Sandi tak puas ketika harus digantikan Evan Dimas pada laga kontra Borneo FC, pekan awal Liga 1 2020. Namun Sandi menyadari kesalahannya, dan menerima hukuman yang diberikan manajemen klub kepadanya.