Joel Glazer: Bujet Transfer Manchester United Tak Terhalang Utang
Co-chairman Manchester United, Joel Glazer, menegaskan bahwa rasio utang klub tidak akan berdampak pada kebijkakan Setan Merah di pasar transfer.
Keluarga Glazer terus disorot sejak mengambil alih Man United pada 2005. Beban utang terus menumpuk yang memuncak pada protes fans menyusul keputusan klub untuk bergabung ke Liga Super Eropa, April lalu.
Fans terus menyerukan tambahan bujet transfer di tengah paceklik trofi klub sejak 2017. Sementara itu mereka belum memenangkan Liga Primer Inggris sejak Sir Alex Feguson pensiun pada 2013, plus mendesak investasi untuk merenovasi Old Trafford.
Glazer, yang berada di bawah tekanan, menghadiri forum suporter pertamanya pada awal Juni dan membahas sejumlah masalah, termasuk pembayaran utang dan dividen.
“Saya tahu ini adalah subjek dengan banyak pandangan berbeda, tapi ketika kami mengambil kebijakan dan melihat hal-hal secara keseluruhan, kami berpikir bahwa Manchester United adalah klub yang dikelola dengan sangat baik,” ucap Glazer dalam kutipan yang dirilis pada Senin (14/6).
“Kami menghabiskan banyak uang layaknya klub-klub papan atas Eropa, baik itu dari sisi gaji atau biaya transfer, kami mampu menjaga harga tiket kami tetap rendah, kami tidak menaikkannya dalam lebih dari 10 tahun.”
“Kami dapat membayar dividen meski dalam proporsi sederhana dari pendapatan kami lima hingga enam ratus juta poundsterling. Itu kurang dari tiga persen dari pendapatan.”
“Itu tidak pernah menghalangi kami memburu pemain atau transfer di lapangan. Kami mungkin telah melewatkan transfer dengan angka permintaan yang tidak biasa, meskipun mudah untuk membayarnya satu kali, itu memiliki konsekuensi.”
“Saya tahu ini jelas merupakan area lain yang telah mendapat banyak diskusi dan perdebatan selama bertahun-tahun. Kami pikir kami memiliki posisi yang sangat nyaman dalam hal ini. Kami memiliki utang, tapi banyak klub lain juga memilikinya.”
“Kami membayar suku bunga yang sangat rendah, sebagian besar utang bunga stabil. Jadi, jika suku bunga naik itu tidak akan mempengaruhi kami, tapi kami telah berkembang dalam mengurangi utang selama beberapa tahun terakhir.”
“Utang bersih berkurang secara signifikan beberapa tahun yang lalu. Sayang, pandemi melanda dan kami harus menggunakan banyak cadangan kas kami karena kami tidak memiliki suporter di tribune, kami tidak memiliki pendapatan pada hari pertandingan, dan itu telah memengaruhi kami, seperti yang juga memengaruhi semua klub di seluruh Eropa. Perbedaannya adalah kami mampu terus berinvestasi. Kami kuat,” pungkasnya.
Fans Man United sudah muak dan kerap menentang kepemilikan Glazer. Keluarga asal Amerika Serikat tersebut membeli mayoritas saham klub sekitar £790 juta. Uang untuk pembelian tersebut didanai oleh utang yang akan mereka bayar dari keuntungan klub di masa depan.
Joel Glazer menjadi sasaran protes setelah ia diketahui menjadi salah satu kekuatan pendorong di balik proyek gagal Liga Super yang sekaligus memicu eskalasi kemarahan fans.