Jose Mourinho: Tak Ada Primadona Di Tottenham Hotspur, Bahkan Harry Kane Mau Berkorban
Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho menegaskan dirinya tidak akan memberikan toleransi terhadap perilaku primadona di timnya.
Mourinho memberi contoh Harry Kane. Meski berstatus bintang andalan Spurs, Kane mau berkorban dengan mundur ke belakang untuk bertahan dan merebut bola dari lawan.
Hal itu kembali ditunjukkan Kane saat Spurs menang 1-0 atas Burnley, Senin (27/10). Sebelum memberikan assist terhadap gol semata wayang Son Heung-min, Kane mampu mencegah Burnley mencetak gol dengan menyapu bola tandukan James Tarkowski tepat di garis gawang.
Mourinho pun berharap para pemain lain bisa mencontoh kerja keras dan pengorbanan penyerang Inggris itu.
“Di menit terakhir, dia masih memberikan pressing, melakukan tekel, dan mencoba menahan lawan memasuki kotak penalti,” kata Mou kepada BBC Sport.
“Ketika Anda ingin menang, Anda akan melakukan apa pun untuk tim. Tidak ada ruang untuk individualisme. Tidak ada ruang untuk primadona.”
“Bahkan seorang pemain top seperti Harry memiliki spirit seperti itu. Saya hanya ingin mengatakan, itu adalah sikap yang fantastis.”
“Saya tidak ingin menyebut dia sempurna, tapi dia memang selalu menakjubkan bersama setiap pelatih di sini, seperti Mauricio [Pochettino].”
“Hari ini memang bukan performa terbaik kami, tapi saya rasa dia cukup nyaman dengan cara tim ini bermain. Dia sangat bagus di dalam maupun luar kotak penalti.”
Kane kini sudah mengemas lima gol di Liga Primer Inggris musim ini. Ia juga sudah membuat delapan assist, membuatnya berada di daftar teratas pembuat assist di EPL.
Tak lupa, Mourinho juga mengulas penampilan timnya di Turf Moor. Meski tidak menang telak seperti saat melawan Manchester United (6-1) atau Maccabi Haifa (7-2), Mou tetap puas.
“Entah itu 6-1 atau 1-0, yang penting tiga poin. Jadi saya sama bahagiannya seperti saat kami menang di Old Trafford. Saya sudah memprediksi ini tidak akan menjadi laga yang indah dan banyak gol,” sambungnya.
“Mereka bertahan dan menekan dengan baik. Mereka mampu menurunkan tempo dan berbahaya dalam situasi bola mati. Pertandingan ini sangat sulit, tapi saya sangat bahagia karena ini adalah laga yang biasanya membuat kami kehilangan dua poin.”