June 07, 2020

Kapan Saja Kompetisi Indonesia Terhenti & Bagaimana Kelanjutannya

Liga 1 2020 dihentikan karena pandemi virus corona, sejak 16 Maret lalu. PSSI mengambil langkah tersebut sesuai anjuran pemerintah demi menghambat penyebaran virus Covid-19 di Tanah Air.

Pemberhentian kompetisi, atau hiatusnya kegiatan sepakbola profesional di Indonesia bukan hal yang baru. Setidaknya, ada tiga momen yang membuat sepakbola terhenti di Indonesia, sejauh ini.

Jika dihitung sejak era Liga Indonesia 1994, pertama kompetisi di Indonesia harus tiada adalah pada musim 1997/98. Liga sudah berjalan hampir setengah jalan, namun situasi Indonesia tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

1997/98 – Krisis Moneter

Berawal dari krisis di kawasan Asia pada pengujung 1997, Indonesia pun akhirnya kena imbas dengan melonjaknya harga kebutuhan. Nilai tukar Rupiah melemah, dan berimbas pada situasi politik yang tidak baik.

Status force majeure diterbitkan, dan harus membuat liga yang kala itu bertitel Liga Kansas dihentikan. Kerusuhan menyebar luas di berbagai daerah Indonesia, hingga tidak ada kata aman untuk menggelar pertandingan sepakbola.

Belum lagi, imbas krisis moneter itu menyerang beberapa klub yang memang disokong pihak swasta. Arseto Solo hingga Niac Mitra mengikuti jejak tim kuat Bandung Raya, yang bangkrut karena masalah finansial.

Orde Baru akhirnya berlalu, dan Indonesia coba merajut kembali harapan akan sepakbola. Meski sulit, roda kompetisi kembali dijalankan pada November 1998, dengan musim yang baru, dan tanpa titel sponsor. PSSI di bawah arahan Agum Gumelar memberikan subsidi kepada para klub, agar sepakbola hidup kembali.

2015 – Intervensi Pemerintah Hingga Sanksi FIFA

Kala kedua Liga Indonesia dihentikan tentu masih segar di ingatan, yakni pada 2015. Kali ini, PSSI sebagai federasi sepakbola Indonesia berselisih dengan Kemenpora yang kala itu dipimpin Imam Nahrawi. Penyebabnya adalah aspek legalitas beberapa klub dipertanyakan oleh BOPI dan Kemenpora.

Padahal kala itu, bank asing asal Qatar, QNB, menjadi sponsor utama liga dan memberi imej menjanjikan pada kompetisi Indonesia. Pertandingan sempat digelar beberapa pekan, namun akhirnya sepakbola seakan terlarang karena Kemenpora menegaskan tak boleh ada izin dari kepolisian untuk pertandingan.

Intervensi pemerintah kepada PSSI mendapat sorotan dari FIFA, yang akhirnya tak segan memberi suspensi kepada Indonesia. La Nyalla Mattalitti yang belum lama terpilih sebagai ketua umum PSSI dipaksa mundur, upaya penyelesaian konflik ini pun terkesan bertele-tele meski akhirnya sanksi FIFA dicabut pada 13 Mei 2016.

Pada akhirnya, sepakbola bisa digulirkan kembali dengan awalan turnamen-turnamen seperti Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, hingga Piala Bhayangkara. 2016 kompetisi nonresmi diadakan dengan titel Indonesia Soccer Championship yang disponsori pabrikan kopi. Persipura Jayapura berhasil menjadi juara.

2020 – Wabah Virus Corona

Tahun 2020 memang luar biasa di luar dugaan, bukan hanya sepakbola Indonesia yang kesusahan, tapi seluruh dunia. Virus corona yang berawal dari Wuhan, Tiongkok, akhirnya menjadi wabah dan digolongkan sebagai pandemi oleh WHO.

Indonesia sempat menggelar Liga 1 2020 hingga pekan ketiga, hingga akhirnya diputuskan untuk setop karena virus corona mulai menyebar di Tanah Air. Kondisi ini dirasakan lebih berat dari 2015, oleh banyak pelaku sepakbola nasional.

PSSI harus dihadapkan pada situasi yang belum pasti, kapan virus ini benar-benar bisa mereda di Indonesia. Namun, impian untuk tetap menggelar Piala Dunia U-20 2021 membuat federasi harus bisa melakukan inovasi di tengah pandemi.

Sepakbola yang mulai kembali hidup di Korea Selatan, Jerman, atau bahkan Vietnam, turut menjadi inovasi untuk PSSI menyongsong liga dengan kondisi ‘new normal’ — seperti yang diserukan oleh pemerintah, bahwa kegiatan ekonomi harus bisa beradaptasi.

Belum ada keputusan bagaimana musim 2020 bakal dilanjutkan, namun PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah memberikan opsi, untuk Liga 1 dilanjutkan pada September, dan Liga 2 digelar Oktober, dengan format yang berbeda. Keduanya akan digulirkan, tanpa ada degradasi.

Solusi yang ditawarkan adalah sentralisasi pertandingan di Pulau Jawa, dan Liga 2 dilaksanakan dengan sistem pembagian grup, yakni empat grup yang masing-masing terdiri dari empat tim, dan mungkin berskema home tournament.

Protokol kesehatan sudah dirumuskan oleh PSSI, dengan segala adaptasi yang mereka dapat dari FIFA, hingga Bundesliga. Kini, tinggal meunggu bagaimana penyempurnaan dari rencana PSSI, hingga akhirnya kapan liga bisa kembali dilaksanakan.