Keinginan Mikel Arteta Dalami Para Pemain Arsenal Terkendala ‘Lockdown’ & Penangguhan Liga
Mikel Arteta menyampaikan keinginannya agar para pemain Arsenal merasakan kedekatan dengan dirinya di tengah pandemi virus corona yang tak jelas kapan akan berahir.
Pria Spanyol itu mendarat di London Utara sebagai pelatih kepala baru The Gunners pada Desember silam, mengambilalih klub yang sudah beroperasi setengah jalan di musim ini.
Namun Arteta tak perlu waktu lama untuk membuat kagum anak-anak didiknya atas cara yang diterapkannya dalam latihan tim. Sayang, sejak dirinya didiagnosis positif Covid-19 12 Maret lalu, dia tidak dapat merealisasikan sejumlah rencananya.
Bagaimana pun, hal itu tidak menghentikan dia dan Arsenal dari pekerjaan untuk menguatkan tim dari rumah imbas lockdown dan penangguhan liga. Para pemain telah dikirimi program diet dan latihan fisik, dan telah mengadakan pembicaraan secara reguler dengan Arteta mengenai rencana taktisnya.
Football.london mengungapkan pada pekan ini, skuad The Gunners telah diberi alat pelacak GPS yag memungkinkan klub memonitori kerja para pemain.
Namun Arteta sebetulnya tidak terlalu puas dengan cara latihan dari rumah karena dia masih ingin menggali lebih dalam skuadnya demi menciptakan ikatan yang dengan anak-anak didiknya di tengah lockdown dan penghentian sementara kompetisi.
“Mereka memiliki peralatan, mereka memiliki segala yang dibutuhkan dan panduan untuk mencoba mempertahankan diri mereka dalam kondisi sebaik mungkin,” ujar Arteta kepada BT Sport.
“Tapi juga saya khawatir dengan aspek mental tim, mengenai terputusnya hubungan dengan sepakbola. Saya sudah mencoba untuk memberi mereka kerja, demi mengenal mereka lebih dalam,” sambungnya.
“Ini adalah kemungkinan yang baik ketika semua orang ‘terluka’ dan sedikit lebih terbuka mengenai apa yang terjadi, memahami bagaimana keluarga mereka, apa yang mereka lakukan untuk menjaga diri mereka, kerabat mereka, bagaimana perasaan mereka di klub, bagaimana perasaan mereka dengan rekan setim,” urai Arteta.
“Saya ingin mereka merasa dekat dengan saya, mereka bisa percaya pada saya, memberitahu pada saya perasaan mereka. Kami punya banyak orang-orang yang hidup dengan cara mereka sendiri, orang-orang yang punya keluarga,” kata Arteta lagi.
“Mereka perlu merasa sedikit dilindungi, bukan hanya diri saya tapi juga staf atau orang-orang senior di klub ini,” tandasnya.
Arteta sendiri bisa dengan cepat pulih dari virus corona, tapi yang lainnya tidak seberuntung dia. Misalnya ibu Pep Guardiola, pelatih yang bekerja dengan Arteta di Manchester City, meninggal 6 April lalu akibat Covid-19.
Arteta dan Guardiola, sejak nama pertama hengkang ke Emirates Stadium, masih rutin berkomunikasi.
“Saya bicara dengannya. Konsekuensi kehilangan salah satu dari keluarga Anda, Anda akan mengkhawatirkan yang lainnya, tapi semua keluarga benar-benar bersatu. Mereka adalah kelurga tercinta,” imbuh Arteta.