February 24, 2020

Liga 1 2020: Persik Kediri, Persita Tangerang, Persiraja Banda Aceh

Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Persiraja Banda Aceh menjadi tim promosi Liga 1 musim ini. Ketiganya menarik untuk ditunggu, dengan Persita menjadi tim yang dinilai memiliki persiapan paling bagus.

Persik Kediri

Tim berjuluk Macan Putih ini akhirnya kembali menikmati kompetisi kasta teratas Indonesia. Mereka meraih gelar juara Liga 3, lalu Liga 2, dengan sekumpulan pemain muda yang memainkan sepakbola atraktif.

Secara kualitas, Persik banyak dipandang sebelah mata untuk mampu bersaing. Namun, mereka mampu membuktikan dugaan itu salah, ketika pada partai pramusim mampu membekuk Bhayangkara FC, dengan skor 3-0.

Pelatih; Joko Susilo

Joko Susilo akhirnya kembali dipercaya menangani tim dengan status pelatih kepala. Ia lama dikenal sebagai asisten pelatih Arema FC, lalu gagal memenuhi ekspektasi ketika menjadi arsitek utama Singo Edan.

Gethuk, sebagaimana Joko akrab disapa, banyak menghabiskan musim lalu dengan membantu timnas Indonesia lewat jabatan asisten pelatih. Musim ini sangat menantang untuk Gethuk, dengan titelnya sebagai pelatih AFC Pro.

Pemain andalan;

Ante Bakmaz; Musim lalu Bakmaz menjadi andalan Madura United guna mengisi slot pemain asing pada putaran kedua. Bakmaz akan menjadi duet Andri Ibo, yang sama-sama punya pengalaman dengan status stoper lokal.

Faris Aditama; Anak lokal yang jadi jenderal lini tengah dari Persik sejak musim lalu sukses menjuarai Liga 2. Berusia 32 tahun, Faris pernah ditempa Arema, sempat membela Madura FC, dan selalu pulang untuk tim tanah kelahirannya.

Septian Bagaskara; Striker muda paling menjanjikan. Meski berusia 22 tahun, namun permainannya boleh dibilang cukup dewasa. Penempatan posisi yang baik dan penyelesaian akhir kelas atas, menjadi alasan Septian patut dinanti. Namun, topskorer Liga 3 2018 ini kerap berurusan dengan cedera.

Persita Tangerang

Cukup laman Persita menghabiskan waktu di kompetisi level dua Indonesia, berulang kali juga harapan mereka kandas untuk promosi, dengan berbagai drama yang terjadi. Namun musim ini, Persita sangat terlihat menjanjikan.

Pendekar Cisadane tak ragu untuk merekrut sederet pemain berkualitas demi membuat mereka kompetitif. Hamka Hamzah, Samsul Arif Munip hingga sederet wajah asing baru di kompetisi Indonesia akan jadi andalan musim ini.

Pelatih; Widodo C Putro

Widodo menjadi faktor utama keberhasilan Persita meraih tiket promosi. Permainan apik Persita ketika melumat timnas Indonesia 4-1, hingga menahan imbang Persipura Jayapura pada uji coba, menjadi penegasan kualitas Widodo.

Mantan striker timnas Indonesia ini punya kebebasan untuk meracik skuad musim ini, hal yang sama ia dapat ketika menukangi Bali United. Ketika itu, Bali United nyaris menjadi juara Liga 1 2017, namun akhirnya gagal

Pemain andalan;

Hamka Hamzah; Siapa yang tak kenal dengan bek veteran eks timnas Indonesia ini. Hamka pernah memperkuat tim besar macam Persija Jakarta, Arema FC, hingga PSM Makassar. Ia mampu tampil konsisten tiap musimnya.

Eldar Hasanovic; Gelandang asing yang belum pernah bermain di Indonesia, namun dirinya dikatakan Widodo cukup mampu menyesuaikan diri dengan tim, dan iklim kompetisi Indonesia. Punya pengalaman membela tim junior Bosnia-Herzegovina.

Samsul Arif; Meski sudah berusia 34 tahun, Samsul tetap menjadi pilihan utama di mana pun ia bermain. Samsul mewujudkan impian untuk bekerja sama dengan Widodo, yang gagal terealisasi ketika bersama Bali United. Selain kualitas, pengalaman Samsul sangat berarti.

Persiraja Banda Aceh

Klub yang membuat Liga 1 makin unik musim ini, mengingat letak geografis mereka yang jauh dari jangkauan tim-tim asal Timur Indonesia. Persiraja lolos ke Liga 1 dengan mengamankan tempat ketiga Liga 2 musim lalu.

Setelah 12 tahun tertahan di kompetisi kasta kedua, Persiraja akhirnya menemukan formula pas untuk bisa promosi, di bawah arahan pelatih Hendri Susilo. Manajemen pun tak mau banyak bongkar skuad, namun tetap yakin bisa bertahan di Liga 1.

Pelatih; Hendri Susilo

Hendri Susilo tetap dipercaya menjadi pelatih selepas mengantarkan Lantak Laju promosi ke kasta teratas. Ia punya pengalaman menjadi asisten pelatih Persija Jakarta, membesut Persisam Samarinda, hingga timnas Indonesia U-17, pada 2005.

Pemain andalan;

Fakhrurrazi Quba; Kiper yang pernah membela Semen Padang, dan kerap disebut David de Gea oleh suporter Persiraja. Mengawali karier pada 2008 dengan PSLS Lhokseumawe, Quba pun menarik perhatian dari Semen Padang, dan sempat menjadi pilihan utama namun tetap kalah pamor dari Jandia Eka Putra kala itu.

Husnuzhon; Seorang gelandang petarung dan punya teknik tinggi. Pemain yang juga tentara ini bahkan kerap menjadi juru gedor dari Persiraja. Punya tendangan keras, dan pintar mengoprek pertahanan lawan. Harus menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan musim ini.

Vanderlei Francisco; 16 penampilan dengan delapan gol dicatatkan Vanderlei pada musim pertamanya di Indonesia, dengan membela Semen Padang pada paruh kedua musim lalu. Kini ia melanjutkan babak baru di Indonesia, dan diyakini tetap bisa meneruskan kegemilangan musim lalu.