Liga 1 2020: PSIS Semarang, PSS Sleman, Madura United
PSIS Semarang menjadi salah satu tim yang musim ini akan banyak mengandalkan pemain muda, setelah mereka mendaratkan sederet pemain baru dengan usia muda, di bawah pelatih Dragan Djukanovic.
PSS Sleman yang musim lalu tampak menghibur di bawah arahan Seto Nurdiyantoro harus berurusan dengan banyak masalah menyambut musim, dari mulai pergantian pelatih secara dadakan, hingga isu suporter.
Madura United konsisten dengan label mereka sebagai tim yang disegani, karena selalu berani menghadirkan pemain berkelas. Rahmad Darmawan bakal jadi hal menarik yang patut ditunggu dari Laskar Sape Kerrab.
PSIS Semarang
PSIS harus berjuang untuk lolos dari zona degradasi musim lalu. Terima kasih pada Bambang Nurdiansyah, yang akhirnya sukses menyelamatkan Mahesa Jenar, bersama dengan Dragan Djukanovic, yang musim lalu berstatus direktur teknik.
Pelatih; Dragan Djukanovic.
Tak bisa ditepis bahwa Dragan menjadi salah satu sosok penting yang menyelamatkan PSIS musim lalu. Dirinya mampu bekerja sama dengan Bambang Nurdiansyah secara baik, lalu akhirnya Dragan jadi pelatih kepala musim ini.
Punya pengalaman bersama Borneo, Dragan sudah paham betul bagaimana sepakbola Indonesia. Musim ini PSIS diharapkan lebih baik, dengan strategi perekrutan yang mereka lakukan, dan markas baru yang mereka miliki.
Pemain andalan;
Wallace Costa; Stoper asal Brasil ini tetap dipertahankan sebagai legiun asing PSIS, setelah musim lalu memperlihatkan penampilan solid dan ketegasan dengan status kapten. Tidak ada alasan untuk PSIS menepikan peran dari Wallace.
Hari Nur Yulianto; Godaan klub lain yang terus-menerus menghampiri Hari Nur tak cukup membuatnya tergiur untuk hengkang. Dirinya sudah menjadi ikon era baru PSIS, rajin mencetak gol, hingga mampu diandalkan sebagai kapten.
Jonathan Cantillana; Masih menjadi sosok asing yang dipertahankan PSIS. Hadir pada paruh musim kedua, Cantillana melengkapi puzzle dari PSIS yang hilang selama paruh musim pertama 2019. Mari berharap magi yang sama diperlihatkan Cantillana musim ini.
PSS Sleman
PSS musim lalu sangat mengagumkan. Status sebagai tim promosi berlabel juara Liga 2, skuad yang sederhana di bawah arahan Seto Nurdiyantoro mampu tampil atraktif dan selalu membuat kesulitan lawan. Sayang, kisah itu berubah pada musim ini.
Super Elang Jawa berpisah dengan Seto, kemudian ada perlawanan dari suporter kepada manajemen. Tak sampai di situ, ketidakharmonisan manajemen dan suporter berimbas pada mundurnya Eduardo Perez dari kursi pelatih. Padahal, Edu ditunjuk pada medio Januari, dan hengkang satu pekan sebelum liga dimulai.
Pelatih; Dejan Antonic
Keputusan manajemen untuk merekrut Dejan Antonic patut diacungi jempol, mengingat Dejan punya pengalaman memoles tim yang biasa-biasa saja, menjadi disegani oleh lawan. Dejan punya pengalaman membawa Pelita Bandung Raya menempati posisi empat Indonesia Super League 2014.
Semestinya tekanan besar tak harus diberikan kepada Dejan, karena pelatih asal Serbia itu hanya diberi waktu kurang dari sepekan untuk membenahi tim jelang musim ini dimulai. Belum lagi harus berurusan dengan drama yang belakangan ini mengelilingi Bumi Sembada.
Pemain andalan;
Bagus Nirwanto; Sudah tak perlu diragukan lagi bagaimana kualitas Bagus sebagai bek kanan PSS. Sosoknya menjadi pedoman para pemain PSS, terbukti dari ban kapten yang dipercayakan kepada pemain kelahiran Sidoarjo ini.
Guilherme Batata; Musim lalu Batata sempat dinyatakan pemain asing yang gagal, karena Seto jarang sekali memainkannya pada pramusim dan awal musim. Belum lagi pemain asal Brasil ini sempat cedera. Namun, rupanya Batata bisa membantah persepsi tersebut ketika sudah fit, dan musim ini boleh dibilang jadi salah satu sosok penting di lini tengah Super Elja.
Yevhen Bokhashvili; Bokhashvili datang dari Ukraina tanpa diketahui bagaimana ia bisa beradaptasi begitu baik dengan sepakbola Indonesia. Sistem yang diterapkan Seto musim lalu mampu ia mainkan dengan baik. Eks FC Minsk ini bisa saja mencatatkan kisah yang lebih baik dari Marko Simic.
Madura United
Madura United musim lalu mengumpulkan sederet pemain bintang, namun gagal memenuhi ekspektasi. Tim yang selalu disegani, tapi selalu berujung inkonsistensi setiap musimnya. Pada Liga 1 2020 ini, Laskar Sape Kerrab masih bermaterikan pemain berkualitas, dengan ditukangi oleh pelatih kawakan, Rahmad Darmawan.
Pelatih; Rahmad Darmawan
Sosok yang akrab disapa RD ini masih menjadi pelatih lokal yang disegani. Dirinya selalu menghadirkan hal positif pada tiap tim yang ia latih. Musim lalu, ia sempat membuat TIRA Persikabo tak terkalahkan, namun akhirnya berpisah karena Laskar Padjadjaran kesulitan menang.
Bersama Madura United musim ini, RD mendapat dukungan yang cukup baik dari segi pemain. Sederet kualitas dimiliki Madura United di setiap lini, sebut saja Jaimerson Xavier, Bruno Matos, hingga duo striker naturalisasi, Greg Nwokolo dan Alberto Goncalves.
Pemain andalan;
Jaimerson Xavier; Ada hal yang cukup lucu dari Jaimerson, yakni dirinya sempat diputuskan untuk tidak diperpanjang Madura United, tapi kemudian kembali direkrut karena manajemen tidak mendapatkan pengganti yang sepadan dengan eks stoper Persija Jakarta tersebut. Jaimerson masih menjadi penampil konsisten musim lalu, dan nampaknya musim ini tak akan begitu mengecewakan untuknya.
Bruno Matos; Kualitas dari Bruno Matos tidak perlu dipertanyakan, meski ada yang menyebut dirinya kerap bermasalah di sisi luar lapangan. Namun, kualitas dari Matos mungkin begitu bagus di mata tim pelatih Madura United, sampai mampu membuat Brian Ferreira tidak jadi dikontrak oleh tim.
Alberto Goncalves; Profesional dan berkelas, kalimat yang cocok diberikan kepada Beto. Meski sudah berusia 39 tahun, Beto masih tangguh di kotak penalti lawan, dan memiliki penyelesaian akhir berkelas. Pemain naturalisasi Brasil ini pandai menjaga diri, dan bisa menjadi contoh untuk para pemain muda.