February 25, 2020

Liga 1 2020: TIRA Persikabo, Borneo FC, Persela Lamongan


OLEH   ALVINO HANAFI    


Liga 1 2019 menyisakan beberapa cerita menarik bagi para kontestannya. TIRA Persikabo, Borneo FC, dan Persela Lamongan menjadi tim yang mempunyai perjalanan menarik di musim lalu, khususnya dalam hal konsistensi.

Persikabo tampil digdaya di putaran pertama namun melempem pada putaran kedua. Borneo sempat tampil kesulitan di awal musim, kemudian merangkak naik ke papan atas di pertengahan musim, dengan hasil bagus, tapi akhirnya mengendur lagi jelang musim berakhir.

Sementara Persela terpuruk di zona degradasi pada delapan pekan pertama tapi kemudian bisa tampil superior di tujuh pekan terakhir Liga 1 2019 sehingga selamat dari zona degradasi.

Jelang musim baru, baik Persikabo, Borneo, ataupun Persela dipastikan sudah mempelajari kesalahan dari musim sebelumnya. Ketiga tim yang hampir selalu dicap tim medioker ini pun sudah melakukan penyegaran di tubuh tim seperti merekrut pemain baru khusunya asing.

TIRA Persikabo

Memasuki muism baru, Persikabo di bawah komando Igor Kriushenko melepas sejumlah pilar pentingnya yang mengantarkan tim ini tampil superior di putaran pertama musim lalu.

Khurshed Beknazarov, Loris Arnaud, Louise Parfait, Angga Saputra, dan Osas Saha resmi dilepas tim yang memegang rekor tak terkalahkan sekaligus tanpa menang beruntun terbanyak di Liga 1 2019.

Di musim baru ini, Persikabo pun melakukan sejumlah perekrutan pemain yang secara kualitas tidak beda jauh atau bahkan bisa lebih baik dari pemain yang dilepas.

Alex Goncalves, Petteri Pennanen, dan Arthur Filiposyan menjadi rekrutan asing terbaru tim yang dahulu bernama PS TNI ini. Untuk di sektor lokal, Persikabo mendatangkan Dwi Kuswanto, Arthur Bonai, dan Silvio Escobar untuk melengkapi tim yang mayoritas masih bermaterikan pemain lokal dengan latar belakang tentara.

Pelatih; Igor Kriushenko

Igor Kriushenko yang musim lalu bergabung dengan -Perikabo di pekan  ke-32, punya banyak waktu untuk menentukan komposisi tim yang ia butuhkan termasuk staf kepelatihan jelang kompetisi bergulir.

Meski demikian, eks-pelatih kepala Timnas Belarusia ini tak banyak merubah komposisi pemain yang sudah dibentuk Rahmad Darmawan sejak awal musim lalu.

Seperti karakter pelatih asal negara bekas pecahan Uni-Soviet, Igor membentuk tim asuhannya di awal musim ini dengan mengutamakan ketahanan fisik. Pemain Persikabo, Guntur Triaji, bahkan menjulukinya dengan sebutan “Anatoliy Polosin”, julukan yang berasal dari nama pelatih Timnas Indonesia asal Uni-Soviet saat meraih medali emas SEA Games 1991.

Pemain andalan;

Ciro Alves; Pemain asal Brasil ini masih tetap menjadi andalan Persikabo musim ini. Melewati musim lalu dengan penampilan yang impresif, Ciro menjadi satu-satunya pemain asing yang dipertahankan. Dalam laga pramusim, pemain yang berposisi sebagai winger ini bahkan sudah beberapa kali didaulat sebagai kapten tim menggantikan Manahati Lestusen yang harus beristirahat karena cedera panjang.

Alex Goncalves; Musim lalu tampil agresif bersama Persela dengan menorehkan 17 gol. Kedatangan Alex membuat Persikabo memiliki paket lini serang paling buas di Liga 1 2020 karena jika torehan gol milik Ciro dan Alex pada musim lalu digabung, menjadi 31 gol. Keduanya bisa menjadi paket lini depan tersubur musim ini, mengalahkan ketajaman duo Persebaya Surabaya, Makan Konate-David da Silva.

Andy Setyo; Pada putaran pertama, Andy yang selalu dimainkan mampu membawa Persikabo tak terkalahkan di 13 laga Liga 1 2019. Saat Andy beberapa kali dipanggil untuk pemusatan latihan timnas jelang SEA Games 2019 pada pertengahan musim, penampilan Persikabo mengendur hingga akhirnya mendapat predikat tim yang paling sulit meraih kemenangan.

Borneo FC

Di bawah asuhan Mario Gomez, penampilan Borneo di musim lalu sempat menjadi sorotan lantaran menjadi salah satu tim yang cukup sulit dikalahkan. Pesut Etam sempat tak terkalahkan pada sebelas laga, dan sembilan laga secara beruntun. Salah satu penampilan memukau tim asal Samarinda ini adalah saat mengalahkan juara Liga 1 2109, Bali United dengan skor 6-0.

Jelang bergulirnya Liga 1 2020, Borneo resmi berpisah dengan Gomez, dan kemudian menunjuk pelatih kepala asal Brasil, Edson Tavares.

Sebagai pelatih kepala, Edson tak banyak merombak skuad musim lalu. Perombakan signifikan justru dilakukan Edson pada jajaran staf kepelatihan dengan mendatangkan orang-orang kepercayaannya.

Pelatih; Edson Tavares

Meski sudah merasakan atmosfer Liga 1 sejak musim lalu, secara pengalaman Edson masih bisa dikatakan pendatang baru di belantika sepakbola Indonesia. Di musim lalu, Edson yang melatih Persija baru mengarsiteki tim itu di 15 pertandingan dengan rincian hasil yakni tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, dan lima kekalahan.

Secara kualitas, Edson boleh dinilai sebagai pelatih yang bisa membangkitkan tim meski pengalamannya belum banyak di Liga Indonesia. Masuk di Persija pada saat tim itu berada di jurang degradasi, Edson mampu membawa Persija ke papan tengah yakni di posisi sepuluh klasemen akhir.

Pemain andalan;

Javlon Guseynov; Javlon masih menjadi pemain yang bakal diandalkan Borneo di lini belakang. Di musim lalu, Javlon selalu diturunkan selama 90 menit pada tiap laga yang ia mainkan.

Selain kerap dipercaya tampil penuh, ia juga kerap menjaga gawang Borneo dari kebobolan yakni dengan membuat Pesut Etam meraih hasil sepuluh kali cleansheet.

Diogo Campos; Pada musim lalu mampu menorehkan sepuluh gol dan mampu membawa Persebaya Surabaya menempati posisi kedua di klasemen akhir Liga 1 2019. Mampu beradaptasi dengan cepat di sepakbola Indonesia. Produktif dalam asis, atau pun gol.

Titus Bonai; Penampilan cemerlang diperlihatkan Tibo pada Liga 1 musim lalu, ketika membela Persipura Jayapura. Ia layak diperhitungkan sebagai striker haus gol dengan label lokal, lewat 12 gol dicatatkan eks Sriwijaya FC itu.

Persela Lamongan

Persela Lamongan akan tampil di Liga 1 2020 dengan kondisi yang hampir terdegradasi di musim lalu. Jelang bergulirnya Liga , Persela pun ditinggal sejumlah pemain penting di musim lalu seperti Kei Hirose, Alex Goncalves, Arif Satria, Hambali Tolib, dan Dwi Kuswanto.

Kerap masuk bursa tim yang bakal terdegradasi, Persela pun melakukan sejumlah perubahan dengan mendatangkan nama-nama baru. Di sektor pemain asing, Persela merekrut tiga debutan di Liga 1 yakni Jasmin Mecinovic, Gabriel do Carmo, dan Shunsuke Nakamura.

Sementara untuk stok pemain lokal, Persela masih bermaterikan anak-anak muda yang dikombinasikan dengan beberapa pemain lokal baru berpengalaman seperti Novan Sasongko dan Ahmad Bustomi.

Pelatih; Nilmaizar

Menjalani musim keduanya bersama Persela, Nil makin akrab dengan sebutan pelatih bertangan dingin. Pasalnya Nil sudah dua musim berturut-turut mampu menyelamatkan tim yang sedang di ujung tanduk dari mimpi buruk degradasi, 2018 bersama PS TIRA, dan musim lalu bersama Persela.

Sama seperti pelatih pada umumnya, Nil musim ini sudah pasti ingin membawa Persela ke tempat yang lebih baik dan tak mau terseok-seok lagi seperti musim lalu. Dengan status tim yang sering kurang diunggulkan pada tiap musimnya, sebetulnya Nil bisa menjadikan celah itu sebagai keuntungan Persela di musim 2020.

Pemain andalan;

Moch. Zaenuri; Banyak yang kurang memandang peran vital Zaenuri bersama Persela, namun bertahannya eks Arema FC ini di Bumi Surajaya adalah penegasan bahwa dirinya sangat penting. 26 penampilan, dan tiga gol dicatatkan stoper 24 tahun ini.

Rafinha; Satu-satunya legiun asing yang masih dipertahankan, atau memilih bertahan di Persela pada musim ini. Rafinha mencatatkan 33 penampilan musim lalu, dan cukup rajin mencetak gol. Gelandang asal Brasil ini mengemas sembilan gol.

Gabriel do Carmo; Salah satu hal yang selalu dinanti dari Persela adalah bagaimana mereka mampu mendatangkan pemain asing debutan dan rupanya cemerlang. Hal itu diharapkan terjadi pada Gabriel do Carmo, yang cukup meyakinkan pada pramusim.