Mauricio Pochettino Khawatir Dampak Film Dokumenter Amazon Episode Tottenham Hotspur
Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, mengaku khawatir dengan dampak dari pembuatan film dokumenter yang tengah dilakukan Amazon terhadap timnya.
Sebelumnya, direksi Tottenham telah menjalin kesepakatan dengan Amazon untuk menayangkan seluk beluk klub pada musim 2019/20 dalam episode terbaru serial olahraga “All or Nothing”.
Dengan kesepakatan tersebut, Amazon diizinkan merekam momen apa pun yang melibatkan Spurs, baik momen sebelum pertandingan, seperti sesi latihan atau pertemuan tim misalnya, hingga momen-momen menarik pasca-pertandingan.
Masalahnya, Spurs sedang limbung. Secara tersirat, Poch ingin mengatakan bahwa apa yang dilakukan Amazon tersebut agak menganggu.
“Ketika klub menyetujui kesepakatan dengan Amazon, tentu kami khawatir jika terjadi hal yang kami alami sekarang,” ucap Poch, Sabtu (26/10).
“Itu tidak mudah, tidak mudah. Sulit jika ada kamera di kantor Anda. Lalu, bagaimana Anda menangani situasi seperti ‘Oke, saya tidak dalam suasana hati yang baik, tetapi kadang-kadang kamera akan ada di sana’,”
“Ini sangat rumit. Itu adalah hal lain yang perlu dikhawatirkan dan tentu saja [kamera yang merekam gambar] menambah kekhawatiran tersebut.”
??”Itulah sebabnya, ketika saya merasa bahwa saya bukan lagi seorang manajer, saya seorang pelatih, sekarang Saya seperti seorang produser. Menjadi pelatih, manajer, dan produser!”
“Sangat penting untuk menjalani kenyataan, bukan untuk mencoba menghasilkan sesuatu yang palsu atau tidak nyata. Kemudian, apa yang Anda cintai, terlihat dan disukai orang lain bahwa kami adalah orang normal yang bekerja.”
“Kami bisa menang, kami bisa kalah. Seperti buku, Saya harap ada akhir yang bahagia. Tetapi jika tidak, Anda akan melihat sudut pandang lain, dari visi yang berbeda,” tambahnya.
Adapun pada dua musim lalu, serial dokumenter olahraga Amazon “All or Nothing” merekam kisah di balik sukses Manchester City menjuarai Liga Primer Inggris untuk kali pertama di bawah asuhan Pep Guardiola.