Mengenang Djibril Coulibaly; Gagal Penuhi Ekspektasi, Namun Tetap Angkat Trofi
Tahun 2014 menjadi salah satu musim yang paling dikenang Bobotoh. Karena saat itu, Persib Bandung berhasil menjadi kampiun Indonesia Super League, yang formatnya dibagi dua wilayah, lalu diselesaikan dengan partai final di Palembang.
Pada tahun itu pula nama-nama seperti Ferdinand Sinaga, Firman Utina, Achmad Jufriyanto, M Ridwan, serta duo asing yang setia masuk starting line-up yakni Vladimir Vujovic dan Makan Konate, bakal selalu ada dalam kenangan indah Bobotoh yang menjadi saksi kejayaan Persib.
Bicara kesuksesan Persib pada 2014, Maung Bandung patut diberikan kredit berlebih. Pasalnya, Persib bisa dikatakan hanya bertumpu pada dua sosok pemain asing saja, yakni Vujovic dan Konate, Meski sebetulnya pada musim itu, Persib memiliki tiga pemain asing, memanfaatkan kuota maksimum yang diberikan operator.
Selain Vujovic dan Konate, Persib memiliki satu pemain asing lagi yakni Djibril Coulibaly. Sosok Coulibaly boleh dibilang menjadi pemain asing yang terlupakan bagi sebagian Bobotoh, mengingat performanya gagal memenuhi ekspektasi Bobotoh kendati Persib juara pada musim 2014.
Kedatangan Coulibaly ke Persib awalnya memberi asa yang menggunung bagi Bobotoh akan lini depan Persib. Striker asal Mali ini datang satu paket dengan Makan Konate dari Barito Putera dengan catatan 21 gol pada musim 2013.
Torehan Coulibaly itu sama dengan catatan gol Sergio van Dijk, striker Persib pada musim 2013 yang akhirnya hengkang setelah Coulibaly datang. Padahal rencananya, Persib berencana menduetkan Sergio dan Coulibaly.
Mendarat di Bandung pada November 2013, Coulibaly langsung dilibatkan pada sejumlah agenda pramusim Persib. Namun apesnya, saat melakoni sejumlah tur pramusim, pemain kunci Barito pada musim 2013 itu menderita cedera serius yakni cedera metatarsal.
Usut punya usut, cedera Coulibaly adalah cedera bawaan dari sejak membela Laskar Antasari. Sebelum musim 2014 bergulir, pelatih Persib saat itu, Djadjang Nurdjaman, memutuskan mendepak Coulibaly dan mulai mencoba mencari sosok pengganti. Apes nian nasib Persib di awal musim 2014, belum habis dibuat pusing karena ditinggal kabur Sergio van Dijk ke Iran, Coulibaly yang baru direkrut pun harus ditepikan karena cedera serius.
Januari 2014, Persib mulai mencoba sejumlah striker asing pelamar. Emile Mbamba (Kamerun), Roberto Kwateh (Liberia), dan Fortune Udo (Nigeria) sempat dicoba namun akhirnya urung direkrut lantaran tidak memenuhi ekspektasi Persib yang pada musim itu menargetkan juara.
Dua minggu menjelang kick–off, Persib pun menyerah dengan keadaan karena kesulitan mencari striker asing baru yang berkualitas. Dengan segala pertimbangan, Persib pun akhirnya kembali memanggil Coulibaly untuk menggenapi kuota pemain asing yang akan didaftarkan pada ISL 2014.
Absen di tiga laga awal, Coulibaly baru diturunkan pada pekan keempat yakni saat Persib menghadapi tim berstatus promosi, Persik Kediri. Pada laga debutnya, Coulibaly sukses menjawab kepercayaan Pangeran Biru dengan mencetak salah satu gol kemenangan.
Termasuk laga melawan Persik, Coulibaly tampil menawan di empat laga awalnya bersama Persib. Total, ia membukukan lima gol dari empat laga sampai akhirnya penampilan Coulibaly pun merosot di laga-laga selanjutnya karena hantu cedera metatarsal masih setia meneror.
Total pada 2014, Coulibaly pun hanya empat kali bermain penuh dan hanya menorehkan delapan gol saja. Peran juru gedor Persib pun justru malah sukses diemban Makan Konate yang di musim sebelumnya merupakan pelayan bagi Coulibaly kala tampil subur di Barito.
Konate tampil menjadi pemain tersubur Persib di musim itu dengan torehan 13 gol meskipun posisi aslinya adalah gelandang. Jangan lupakan rencana B Djanur yang berjalan dengan menjadikan Ferdinand Sinaga sebagai ujung tombak. Bahkan, pemain jebolan tim muda Persib itu mampu meraih gelar pemain terbaik musim 2014.
Hingga akhir musim dan Persib sukses menjadi kampiun Liga Indonesia, Coulibaly pun gagal menggeser bayang-bayang Sergio van Dijk di benak Bobotoh. Memasuki musim 2015, Coulibaly pun menjadi satu-satunya pemain asing yang tidak ditawari perpanjangan kontrak oleh manajemen Persib.
Banyak tanda tanya yang menyelimuti ketika Coulibaly performanya terus menurun secara drastis, bahkan benar-benar tak dimainkan. Ada kabar bahwa yang bersangkutan lebih berurusan dengan takut cedera, bukan masih menderita cedera. Bagaimana pun, Persib tetap mampu meraih sukses kala itu, dan Coulibaly ikut merayakan angkat trofi.