Persija Jakarta Yakin Orang Baru Di PT LIB Bisa Bawa Perubahan Positif
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepakbola profesional Indonesia telah dihuni jajaran petinggi anyar, sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, yang digelar akhir pekan lalu.
Akhmad Hadian Lukita yang berlatar belakang sebagai ilmuwan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan bekerja di Divusi Institute (anak perusahaan ITB Group), ditunjuk sebagai direktur utama menggantikan Cucu Somantri.
Sambutan positif diberikan mayoritas klub pemegang saham LIB, yang terdiri dari 18 klub Liga 1, soal penunjukkan Akhmad. Ferry Paulus yang merupakan direktur olahraga Persija Jakarta, punya ekspektasi tinggi akan LIB sekarang.
“Dia punya pengalaman yang baik sebagai dirut perseroan. Saya berkeyakinan LIB akan bagus di tangannya, apalagi beliau dari akademisi, dan menurut saya LIB butuh sosok yang matang dan berpengalaman seperti dia,” ungkap Ferry.
Kendati tak ada catatan soal sepakbola dari seorang Akhmad Lukita, Ferry tetap punya keyakinan LIB tetap bisa berkembang di jalur yang diinginkan. Khususnya, LIB diharapkan bisa berkembang dari sisi bisnis dalam sepakbola.
“Kalau rekam jejak sepakbolanya, bahkan sepertinya tidak ada, tapi sepakbola itu ‘kan produknya saja, cukup belajar sebentar saja, apalagi dia punya latarbelakang akademisi. Yang paling utama adalah untuk koorporasi, atau LIB,” imbuh Ferry.
Selain kehadiran Akhmad sebagai dirut, susunan baru dari LIB yang diputuskan akhir pekan lalu antara lain Juni A Rahman sebagai komisaris utama, didampingi Leo Siegers, Andogo Wiradi, Ferry Paulus, Munafri Arifuddin, Endri Erawan di jajaran komisaris.
“Sekarang situasi yang tidak normal, saya harap pengurus yang sekarang bisa kompak dan sejalan dengan PSSI. Terlebih saat ini klub sedang menunggu kelanjutan dari kompetisi seperti apa, jadi harus bisa saling bersinergi,” tutup Ferry.
Tugas pertama LIB saat ini adalah tentu membuat rumusan dan formula yang tepat terkait kelanjutan kompetisi di tengah pandemi virus corona. Jika sesuai rencana PSSI, Liga 1 bakal kembali digelar September, sementara Liga 2 menyusul, di Oktober.