February 28, 2020

Profil Singkat Tim Liga 1 2020: Persib Bandung, PSM Makassar, Arema FC

Persib Bandung, PSM Makassar dan Arema FC menjadi di antara tim Indonesia yang konsisten menjaga pamor mereka sebagai tim besar. Ketiganya punya basis suporter besar, berani merekrut pemain bintang, dan kerap difavoritkan juara.

Kecuali Persib, dua tim di atas akan bernuansa baru musim ini seiring sentuhan pelatih kepala anyar masing-masing. Ketiganya masih masuk bursa favorit untuk menjadi jawara kompetisi Liga 1 musim ini.

Persib Bandung

Persib nyaris selalu diunggulkan tiap musimnya untuk meraih gelar juara. Di musim ini, Persib pun digadang-gadang akan membawa trofi juara Liga Indonesia untuk ketiga kalinya ke Bandung.

Jika melihat materi skuat Persib saat ini, Pangeran Biru memang dinilai tak seagresif musim-musim sebelumnya dalam merekrut pemain. Nyaris tidak ada nama-nama besar yang didatangkan di musim baru ini.

Namun demikian, alasan kekompakan tim yang sudah terjalin jadi dasar kuat kenapa Persib tidak jor-joran dalam belanja pemain. Di musim lalu, Febri Hariyadi dkk., hanya sekali kalah di laga tandang pada putaran kedua.

Pelatih; Robert Rene Alberts

Musim ini, menjadi musim kedua bagi Robert Alberts membesut skuad Persib. Meskipun Robert lebih leluasa membentuk tim di musim ini, tapi Robert memilih untuk mempertahankan mayoritas skuat dari musim lalu yang masih sanggup ia bawa ke peringkat enam klasemen akhir. Padahal, skuad Persib di musim lalu mayoritas direkrut saat Robert belum menangani Persib.

Sebagai pelatih, Robert juga dikenal mampu mengembangkan potensi pemain muda seperti saat melatih di Arema dan PSM. Berkat tangan dinginnya, pemain seperti Zalnando, Abdul Aziz, dan Frets Butuan menjelma menjadi bagian penting dari skuad Maung Bandung di musim lalu.

Pemain andalan;

Febri Hariyadi; Bergabung dengan Persib pada 2016, Febri semakin menunjukan kematangannya dari musim ke musim. Di musim lalu, Febri telah menunjukan kualitasnya dengan membukukan sembilan gol yang di mana itu menjadi musim terbaiknya sejak berseragam Persib.

Ardi Idrus; Selain Febri, Ardi Idrus pun punya kontribusi bagus untuk Persib selama dua musim membela Maung Bandung dan hal itu bisa saja berlanjut di musim baru ini. Pasalnya di musim lalu, Ardi mampu menjadi penyumbang assist terbanyak dengan empat assist.

Ardi yang berposisi sebagai bek sayap juga andal dalam melakukan tekel bersih sebab ia pernah menjadi raja tekel bersih pada Liga 1 2018 dengan torehan sebanyak 93 kali.

I Made Wirawan; Setelah dua pemain muda yakni Febri Hariyadi dan Ardi Idrus, andalan Persib lainnya adalah penjaga gawang senior, I Made Wirawan. Pemain asal Gianyar ini punya kontribusi apik bagi Persib di musim lalu dengan berhasil tidak kebobolan atau membuat cleansheet di 12 laga.

PSM Makassar

Juara Piala Indonesia 2019, PSM masih tetap dalam perhitungan pada bursa calon tim juara Liga 1 2020. Meskipun penampilannya pada musim lalu di Liga 1 menurun dari musim sebelumnya, PSM sudah bergeliat lebih awal dari kebanyakan tim Liga 1 lainnya di musim baru ini.

PSM yang berlaga pada Piala AFC 2020, punya kesempatan membentuk tim lebih awal di saat kebanyakan tim lainnya masih menikmati masa liburan kompetisi. Akan tetapi, hal itu pun bisa berakibat buruk jika PSM tak pandai menyiasati kepadatan jadwal kompetisi yang bisa berakibat pada kelelahan pemain, seperti yang dialami pada musim lalu.

Pelatih; Bojan Hodak

Secara rekam jejak, Bojan Hodak mempunyai catatan prestasi serta statistik yang patut diperhitungkan. Hampir di semua tim yang ia besut, pernah dibawa juara olehnya dan juga mencatatakan persentase kemenangan di atas 50 persen di tiap tim yang ia tangani.

Mencoba peruntungan di PSM, Bojan akan menghadapi tantangan baru karena ini kali pertama pelatih asal Kroasia itu berkarier di Indonesia. Perlu waktu bagi Bojan untuk mngeluarkan polesan terbaiknya jika melihat dari beberapa hasil PSM di Piala AFC ataupun laga-laga pramusim.

Pemain andalan;

Asnawi Mangkualam; Bek kanan pada tim terbaik Liga 1 2019, Asnawi Mangkualam masih akan diandalkan PSM untuk musim baru ini. Selain tampil apik di Liga 1 2019, pemain yang mulai bertransformasi dari gelandang ke bek kanan itu juga tampil apik bersama timnas U-23 pada tahun lalu.

Rizky Pellu; Tak hanya Asnawi, sosok Rizky Pellu juga menjadi pemain yang diandalkan PSM dalam dua musim terakhir. Rizky menjadi pemain lokal dengan menit bermain terbanyak di PSM pada musim lalu (2455 menit) dan pemain lokal paling dipercaya kedua pada musim 2018 (2331 menit).

Wiljan Pluim; Pluim bisa jadi pemain yang akan paling diandalkan PSM untuk musim 2020 asalkan dia dalam performa terbaiknya dan tidak cedera. Dalam tiga musim terakhir, Pluim dua kali masuk skuad terbaik Liga 1 (2017 dan 2018), hanya di musim lalu saja penampilan pemain asal Belanda ini menurun lantaran beberapa kali menderita cedera sehingga hanya bermain sebanyak 19 laga saja.

Arema FC

Arema hampir selalu diunggulkan tiap awal musim sebagai kandidat juara meskipun pada akhirnya selalu finis di papan tengah dalam tiga musim terakhir. Di musim ini, Arema juga melakukan kebiasaannya dengan merekrut pelatih baru, kebiasaan yang sering dilakukan Arema di awal musim dalam empat musim terakhir.

Jelang Liga 1 2020, Arema mendatangkan pelatih yang sudah teruji kualitasnya di Liga 1 yakni Mario Gomez. Selain pelatih baru, Arema juga mengganti semua pemain asingnya di musim lalu dan juga mendatangkan sejumlah nama lokal seperti Bagas Adi, Taufik Hidayat, dan Feby Eka Putra.

Pelatih;Mario Gomez

Pelatih asal Argentina, Mario Gomez sudah membuktikan dalam dua musim terakhir kalau ia layak diperhitungkan sebagai pelatih papan atas di Liga 1. Selama membesut Persib pada 2018 dan Borneo FC pada 2019, Gomez selalu mampu membawa skuat asuhannya bersaing di tangga juara.

Di musim baru ini, Gomez seharusnya bisa menempatkan Arema di posisi yang lebih baik daripada saat ia menangani Persib dan Borneo. Pasalnya, Gomez punya banyak waktu untuk merekrut pemain dan mematangkan skuat pada pramusim. Situasi ini berbeda saat Gomez menangani Persib dan Borneo yang di mana ia datang di saat-saat akhir jelang kompetisi bergulir.

Pemain andalan;

Dendi Santoso; Matang bersama Arema, dan perannya tak bisa ditepis lagi. Ia memperlihatkan diri sebagai pemain serang yang serbabisa. Karakter Malang Dendi tak perlu diragukan lagi, ban kapten pun kerap dipercayakan kepadanya.

Hendro Siswanto; Menjadi salah satu sosok ikonik Singo Edan. Dia akan menikmati musim ke-12 bersama Arema, dan diyakini masih tetap menjadi pilihan utama di lini sentral tim. Pemain asal Tuban ini juga kerap dipercaya sebagai pemimpin.

Jonathan Bauman; Nama baru pun layak diperhitungkan sebagai pemain penting di kubu Arema. Dalam dua musim terakhir, Bauman sudah membuktikan bahwa dia pantas diperhitungkan sebagai penyerang berbahaya di Asia Tenggara dengan raihan prestasi individu seperti Best Eleven Liga 1 2018 (Persib) dan topskorer Piala FA Malasyia 2019 (Kedah FA).