"Jangan Sampai Kalah 4-0!" – Jurgen Klopp Takut Kalau Mainz Bantai Liverpool, Kenapa?
Mainz bakal menjadi lawan Liverpool pada laga uji coba pramusim yang digelar Jumat (23/7) malam WIB. Mainz yang berkompetisi di Bundesliga memiliki tempat tersendiri di hati manajer Liverpool, Jurgen Klopp.
Pasalnya, Klopp pernah berkarier sebagai pemain bersama Mainz, dan merajut karier kepelatihannya juga di klub tersebut. Bagi Klopp, yang penting Mainz jangan sampai menang telak atas Liverpool pada pertandingan ini.
Ia mengingat bagaimana Mainz pernah mengalahkan Liverpool pada laga uji coba di tahun 2016. Ketika itu, Mainz mampu memenangkan pertandingan dengan skor telak 4-0, tapi justru hasilnya tak bagus untuk Mainz di kompetisi sebenarnya.
“Satu-satunya hal yang saya harapkan untuk mantan klub saya adalah mereka tidak mengalahkan kami 4-0. Karena selalu ketika Mainz mengalahkan Liverpool 4-0, di akhir musim mereka terdegradasi! Jadi kami harus menghindari hasil ini dengan semua yang kami miliki!” ucap Klopp.
“Itu akan menjadi hal yang sulit, jelas, tapi tidak masalah. Mereka bagus. Mantan pemain saya [Bo Svensson] adalah manajer di sana sekarang; sekali lagi mantan pemain saya adalah manajer sekarang di Mainz, yang sangat bagus,” imbuh Klopp.
“Tidak sabar untuk melihat mereka dan pertandingan iniadalah langkah selanjutnya bagi kami. Kemudian situasi normal dengan banyak perubahan, 45 [menit], dan 45 saya cukup yakin. Kalau begitu mari kami lakukan ini,” sambung eks manajer Borussia Dortmund tersebut.
Pada laga uji coba sebelumnya, Liverpool memang memainkan pertandingan dengan durasi 30 menit saja per babak. Mereka menghadapi Wacker Innsbruck dan VfB Stuttgart, dan keduanya berakhir dengan skor 1-1.
Menghadapi Mainz, Klopp ingin lebih ‘serius’ dengan coba memainkan bayangan skuad Liverpool untuk kompetisi nanti. Karena memang pertandingan sudah dimainkan dengan waktu normal, dan Klopp ingin melihat lebih jauh progres para pemain utamanya.
Mainz pada musim lalu mampu menghindar dari degradasi dengan Bo Svensson sebagai manajer mereka. Klopp benar-benar semringah bagaimana Mainz bertahan di papan tengah, karena ia sangat menghargai klub tersebut.
“Jadi, ya, klub ini bagi saya lebih dari sekadar bertemu teman lama atau pemain atau apa pun. Saya berusia 18 tahun di sana, jadi saya hanya tertarik bahwa mereka baik-baik saja karena banyak orang yang saya kenal sangat peduli dengan klub ini. Ini penting bagi mereka, jadi penting bagi saya.”