RUPS Luar Biasa Bukan Soal Kepastian Kompetisi Musim Ini
PSSI melalui rapat Komite Eksekutif (exco) beberapa hari lalu telah mengumumkan bahwa PT Liga Indonesia Baru (LIB) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luara Biasa).
Keputusan tersebut diambil sesuai dengan dorongan 18 klub Liga 1 2020, yang merupakan pemegang 99 persen saham LIB, dan disetujui oleh PSSI, yang punya hak satu persen dari saham LIB.
Disharmonisasi jadi sebab utama anggota meminta LIB untuk menggelar LIB. Padahal, nasib kompetisi pun sedang tidak jelas musim ini, setelah dihentikan oleh PSSI karena pandemi virus corona.
Hasani Abdulgani selaku komisaris LIB menjelaskan, bahwa fokus utama pada RUPS tersebut bukan soal kelanjutan kompetisi musim ini, yang baru akan diputuskan pada pengujung Mei, oleh PSSI.
“Kalau saya lihat dari surat masuk, pertama mereka [klub] minta kepastian kompetisi tahun ini. Kalau ada kepastian, mereka bisa mengatur masalah kontrak pemain, pelatih, dan lainnya,” ucap Hasani.
“Keputusan rapat kemarin malam tetap berpatokan pada surat keputusan terakhir, yakni menunggu sampai 29 Mei ini. Apapun hasil RUPS nanti, tetap tidak ada keputusan tentang kompetisi selama tidak ada keputusan pasti dari PSSI dan pemerintah,” imbuhnya.
Menurut Hasani, pada RUPS nanti, para pemegang saham yang merupakan klub akan meminta LIB memaparkan strategi bisnis di tengah pandemi ini, dan segala hal terkait kondisi Indonesia saat ini.
“Mungkin bisa dimasukkan yang lain-lain nanti sesuai permintaan pemegang saham. Apapun bisa terjadi, pemegang saham yang punya LIB, direksi yang bekerja. Pemilik bisa bicara apapun,” tukas Hasani.