June 18, 2020

Safee Sali Tentang Tak Ada Pemain Malaysia Coba Main Di Indonesia

Tak banyak pemain Malaysia yang mencoba peruntungan untuk berkarier di Indonesia. Satu-satunya nama dari Negeri Jiran yang diingat pernah merajut karier sepakbola di Indonesia adalah striker Safee Sali.

Safee menjadi predator yang disegani oleh timnas Indonesia pada Piala AFF 2010, di Indonesia. Boleh dibilang, mimpi Indonesia untuk menjadi juara Piala AFF kala itu sirna karena gol Safee saat partai final.

Setelah menjadi pahlawan kemenangan Harimau Malaysia, Safee pun menerima tawaran dari Pelita Jaya untuk bermain di Indonesia, pada musim 2011/12. Dua musim di Tanah Air, Safee mengemas 38 gol dari 42 laga.

Menurut Safee, ada kemungkinan pemain Malaysia merasa ‘takut’ untuk mencoba mengikuti jejaknya berkarier di kompetisi Indonesia. Secara kualitas, Liga Indonesia pun dinilai masih kalah kelas dari Malaysia.

“Menurut pendapat saya, para pemain Malaysia tidak pergi ke sana [Indonesia] karena cara mereka berpikir. Dalam pikiran mereka, mereka berpikir apa gunanya pergi ke Indonesia?,” ucap Safee dalam wawancaranya dengan Goal Malaysia.

“Atau, mereka mungkin berpikir bahwa secara komparatif, Malaysia memiliki standar liga yang lebih tinggi. Tapi saya pikir, kebanyakan tidak melakukannya, karena mereka takut,” sambung eks Johor Darul Ta’zim tersebut.

Bagi Safee pribadi, bukan keputusan yang mudah menerima tawaran dari klub Indonesia selepas dirinya mengubur mimpin Merah-Putih menjadi juara Piala AFF. Namun, ia berpikir soal tantangan yang harus dijalani dalam kariernya.

Rasa nyaman itulah yang menurut Safee, harus coba dihilangkan dalam benak pemain Malaysia, untuk mencoba menapaki karier di luar negeri, bahkan Indonesia sekali pun.

“Mereka [pemain Malaysia] merasa nyaman, dan tetap di Malaysia, mereka takut meninggalkan zona nyaman itu,” ungkap sosok 36 tahun itu.

“Mereka tidak siap untuk mengambil langkah berikutnya, dan mencari peningkatan dalam permainan mereka, yang dapat terjadi karena semua tantangan yang datang dengan bermain di luar negeri, bahkan di liga yang dapat dianggap kualitasnya sedikit lebih rendah daripada kita,” urainya menambahkan.

Ketika pertama datang di Indonesia dan mengikuti latihan bersama Pelita, Safee sendiri merasa kaku dan agak sungkan. Tapi, ia dapat mengatasi hal itu, dan merasa sangat diterima oleh kerabatnya di klub.

“Pada awalnya terasa agak canggung berada di sana, berlatih dengan satu set rekan setim baru, dan lingkungan baru. Tetapi mereka sangat menyambut saya dan dalam waktu singkat, saya terbiasa dengan rutinitas di sana.”

“Ketika Anda mundur selangkah, apa pun yang Anda pikirkan tentang kualitas para pemain di sana-sini, kami hampir mirip dalam hal bagaimana kami ingin memainkan suatu permainan.”