Sepakbola Terhenti, Bek Borneo FC Memanah
Pesepakbola Indonesia mencari aktivitas di tengah wabah virus corona. Maklum, kompetisi Liga 1 dan Liga, diberhentikan sesuai arahan PSSI yang menetapkan status kahar pada periode Maret hingga Juni.
Para pemain dari masing-masing klub sudah pasti pulang ke daerah mereka masing-masing, sambil diminta tetap menjaga kondisi tubuh mereka, kalau-kalau kompetisi bisa kembali digulirkan, 1 Juli mendatang.
Bek Borneo FC, Wildansyah, lebih menikmati waktu bersama keluarganya di rumah. Eks Pelita Bandung Raya dan Persib Bandung itu mengawasi anak-anaknya, yang juga diberi tugas oleh sekolah, untuk di rumah.
“Kegiatan selama kompetisi dihentikan selain latihan sendiri menjaga kondisi, waktu bersama keluarga makin bertambah. Saya ditugaskan mendampingi anak-anak saya belajar dari sekolahnya,” ucap Wildansyah.
Selain menikmati waktu dengan keluarga, Wildansyah juga punya kesibukan olahraga alternatif. Bek asal Bandung berusia 33 tahun ini mengaku bahwa dirinya sering memanah, dan hal itu sudah lama dilakoni.
“Saya belajar olahraga panahan tahun 2017, saya ikut di salah satu klub panahan di Bandung,” buka Wildansyah, dikutip dari laman resmi Borneo.
“Kenapa saya memilih panahan, karena olahraga ini menjadi salah satu yang di Sunnah kan Rosul dan Nabi Muhammad Sallalahu a’laihi wassalam kita. Lalu, panahan ini mengajarkan kita buat fokus dan konsentrasi yang tinggi,” imbuh dia.
Wildansyah berharap wabah ini segera berakhir, dan aktivitas kembali normal. Pemain yang bisa beroperasi sebagai bek tengah dan bek sayap itu juga mengimbau untuk masyarakat tetap tenang, dan berdoa.
“Semoga Allah angkat wabah dan musibah ini dari bumi ini, khususnya negara kita Indonesia. Karena yang terdampak bukan hanya sepakbola saja tapi semua pekerjaan. Jadi saya berharap semua kembali normal agar sepakbola di dunia dan Indonesia bisa berjalan lagi.”