September 23, 2019

Sports Tourism, Berolahraga Sekaligus Pelesiran

Dunia lari telah lama mengenal Boston Marathon, Tokyo Martahon, atau Berlin Marathon. Tiga nama tersebut, serta beberapa event maraton lain, dikenal bagian dari World Marathon Majors. Event maraton tersebut tidak hanya sekadar ajang lomba lari, tetapi sering kali pula dijadikan momen bagi para pencinta lari amatir untuk melakukan “sports tourism”. 

Apa itu sports tourism? Secara sederhana, istilah itu bermakna melakukan kegiatan olahraga di luar kota/negeri sambil melancong. Nah, fenomena pesatnya perkembangan sports tourism tak hanya terjadi pada dunia lari. Demam sports tourism juga melanda sepakbola amatir.

Seperti halnya sepakbola profesional, kini sepakbola amatir pun sudah lazin melancong ke luar kota untuk melakukan pertandingan persahabatan. Fenomena ini sudah lazim bagi para pelaku sepakbola amatir. Banyak tim melakukan traveling luar kota, baik di dalam hingga ke luar negeri, “hanya” untuk bermain sepakbola.

“Kami pernah bermain dari Bandung, Lombok, Kuala Lumpur, sampai dengan Singapura,” kisah Kurniawan, penggawa tim Tridente Football Club. Bahkan Diablo FC, tim asal Jakarta Pusat yang didominasi oleh pemain di atas usia 40 tahun, pernah bermain di Bangkok. 

Mereka juga beberapa kali bertanding di Hong Kong. Selain kepuasan menyalurkan hobi bermain bola, momen tersebut dijadikan ajang berkumpul teman sejawat plus berpelesiran.

Lawan sparring yang dihadapi umumnya adalah teman-teman yang tinggal di negara tersebut. Bisa juga kenalan atau klien perusahaan tempat mereka bekerja. Jika sang kenalan atau klien ingin melancong balik, mereka tidak diharuskan memiliki relasi orang yang tinggal di Indonesia. Rencana sports tourism dapat dengan mudah dilakukan berkat platform Ayo Indonesia melalui website ayo.co.id yang memungkinkan tim dari negara mana pun mendapatkan lawan sparring di Indonesia.

Ayo Indonesia merupakan online sparring platfom yang fokus menghubungkan tim sepakbola amatir untuk mendapatkan lawan sparring dan teman bermain sepakbola di Indonesia. Seperti halnya yang dilakukan oleh tim Meereen Fort FC asal Singapura. Saat melakukan traveling ke Jakarta, pengurus tim memanfaatkan layanan Ayo Indonesia. Hasilnya, Meereen Fort FC dapat melakukan pertandingan persahabatan melawan tim Jugador CF asal Jakarta Timur di lapangan sepakbola PTIK Jakarta Selatan, 13 April lalu.

Sports tourism memang mensyaratkan biaya yang lebih besar dibanding olahraga rutin pada umumnya, namun tujuan berolahraga sambil traveling memberikan alasan yang cukup kuat dan sangat positif bagi masing-masing pesertanya. Terlebih, selain memberilkan pengalaman baru, traveling juga berdampak sangat baik untuk menyegarkan pikiran dari penatnya rutinitas sehari hari.

So, siapa yang berminat untuk melakukan sports tourism?