September 10, 2019

Tammy Abraham Jadi Sasaran Rasisme, Sang Ibu Menangis

Penyerang Chelsea Tammy Abraham mengaku bahwa ejekan rasial yang tertuju kepada dirinya di media sosial sempat membuat ibunya menangis.

Abraham jadi sasaran rasisme di dunia maya setelah gagal menjalankan tugasnya di babak adu penalti melawan Liverpool di Piala Super Eropa. Pemain 21 tahun itu memilih untuk mengabaikan ejekan itu, tapi tidak demikian dengan ibunya. 

“Ketika saya berbicara dengannya soal ini, dia begitu emosional dan menangis,” kata Abraham kepada CNN. 

“Tentu tidak mengenakkan untuk mendengar putra Anda dihina seperti itu. Saya sendiri punya karakter yang kuat, ejekan itu tidak mengganggu saya. Itu adalah momen yang buruk bagi saya,” imbuhnya.

Tidak hanya Abraham, pemain berkulit hitam lain yang bermain di Inggris juga menjadi korban rasisme. Duo Manchester United, Marcus Rashford dan Paul Pogba, pernah mendapat perlakuan yang sama di musim ini.

Abraham sendiri heran bahwa rasisme masih belum sepenuhnya hilang di Inggris. “Mungkin di negara-negara lain masih ada, tapi saya terkejut ternyata rasisme masih ada di tempat ini dan di era sekarang,” keluhnya.

Sejak kegagalan penalti itu, Abraham bangkit dan sejauh ini sudah mencetak empat gol dari empat partai Liga Primer InggrisDukungan dari manajer Frank Lampard membantunya untuk tetap tegar. “Senang rasanya ketika mendapat dukungan di momen-momen sulit seperti itu,” terangnya.

Berikutnya, The Blues akan melakoni duel tandang kontra Wolverhampton Wanderers pada Sabtu (14/9) mendatang.