July 23, 2021

Tentang Penalti Inggris Di Euro 2020, Mesut Ozil: Bintang Arsenal Bukayo Saka Sangat Pemberani!

Mesut Ozil telah mengungkapkan “rasa hormat” untuk mantan rekan satu timnya di Arsenal Bukayo Saka, dengan sang playmaker mengatakan “tidak banyak pemain yang berani” mengambil penalti di final turnamen besar internasional.

Seorang pemain berusia 19 tahun melakukan hal itu di Euro 2020, tetapi tendangannya berhasil diselamatkan oleh Gianluigi Donnarumma dan Inggris harus menderita sakit hati karena kalah adu penalti melawan Italia di Stadion Wembley.

Kritik jelas tak terhindarkan, dengan Saka menjadi objek dari berbagai cacian dan hinaan para penggemar. Tetapi dia terus didukung oleh rekan-rekannya untuk mencapai puncak permainannya.

Apa yang dikatakan Ozil?

Ozil, yang meninggalkan Emirates Stadium dan pergi ke Fenerbahce pada Januari lalu, mengatakan kepada Sky Sports tentang karakter kuat dan potensi menarik yang dimiliki Saka: “Saya sangat bisa merasakan apa yang dirasakan Bukayo.”

“Saya tahu dari pengalaman saya sendiri bagaimana rasanya gagal mengeksekusi penalti.”

“Di final, sebagai yang terakhir, untuk mengambil tanggung jawab seluruh bangsa sebagai pemain muda, saya hormat. Tidak banyak pemain yang berani melakukan itu.”

Pemenang Piala Dunia itu menambahkan: “Bukayo adalah pemain muda yang sederhana. Saya telah mengenalnya sebagai seorang pemuda yang sangat gigih yang bekerja sangat keras untuk mimpinya dan melakukan segala yang dia bisa untuk mencapainya.”

“Bukayo diberkahi dengan bakat yang tidak dimiliki banyak orang.”

“Jika dia tetap rendah hati dan terus bertekad, saya 100 persen yakin bahwa dia memiliki masa depan yang hebat kedepannya dan bisa menjadi pemain yang luar biasa.”

“Dia benar-benar bakat yang berbeda, dan saya yakin akan ada lebih banyak pertandingan besar untuknya di timnas Inggris di masa depan.”

Apakah rasisme akan berakhir?

Jadon Sancho dan Marcus Rashford juga gagal mengeksekusi penalti saat Three Lions menyaksikan penantian 55 tahun untuk kemenangan internasional mereka harus sirna.

Mereka, seperti Saka, telah menjadi sasaran pelecehan rasis oleh oknum penggemar, tetapi ketiganya telah bersumpah untuk tidak membiarkan kebencian terus menghantui mereka dan melanjutkan perjuangan untuk melawan rasisme.

Ozil juga merupakan salah satu orang yang berkomentar tentang hal tersebut, dengan mengatakan: “Sayangnya, akan selalu ada bagian kecil dari penggemar kami yang menghina dan mengancam pemain secara rasial.”

“Kami harus lebih fokus pada pesan positif yang membuat para pemain tetap kuat.”