Tony Cascarino: VAR Busuk & Bikin Sepakbola Kehilangan Jiwanya
Video assistant referee (VAR) terus mendapat ulasan negatif dari sejumlah pihak setelah penerapannya mengundang perdebatan.
Terkini, kritik keras terhadap VAR muncul dari Tony Cascarino. Eks striker Chelsea dan Republik Irlandia itu menilai VAR bisa merusak sepakbola.
Penggunaan VAR sudah diterapkan luas di sepakbola, tapi masih menimbulkan kontroversi, khususnya seputar intepretasi handball dan off-side, yang dinilai terlalu presisi.
Perdebatan itu kembali muncul saat Liverpool bermain imbang 1-1 dengan Brighton, Sabtu (2/11). Di laga itu, VAR menganulir gol Mohamed Salah yang off-side beberapa sentimeter saja, sebelum memberikan penalti kontroversial untuk Brighton di akhir pertandingan.
Berkaca dari semakin banyaknya momen pertandingan yang diintervensi VAR, Cascarino pun mengutarakan unek-uneknya.
“Membingungkan dan sulit dijelaskan,” katanya kepada TalkSport.
“Apakah saya menyukainya [VAR]? Tidak. Apakah VAR membuat saya ogah menonton sepakbola? Ya, beberapa kali.”
“Sepakbola itu indah, tapi sayangnya saat ini Anda tidak merasakannya lagi.”
“Hal yang membuat sepakbola terasa busuk adalah ini [VAR]. Saya merasa, sepakbola saat ini kehilangan jiwanya, dengan keputusan-keputusan yang dibuat VAR.”
“Saya mengatakan hal ini berkali-kali, tapi saya bukan ingin terlihat kuno. Kita ada dalam sebuah momen, jika dibandingkan dengan hari kemarin [era sebelum VAR], terasa seperti berjuta-juta tahun yang lalu.”
Lebih lanjut, Cascarino mendiskusikan penalti yang dihadiahkan VAR untuk Brighton setelah Andy Robertson menendang kaki Danny Welbeck di masa injury time.
“Ini adalah tentang seorang bek yang mencoba menghalau bola, tapi kakinya tersangkut ke pemain lawan. Jika Anda berpikir bahwa itu adalah pelanggaran, maaf, saya sudah tidak paham lagi sepakbola,” imbuhnya.