Tottenham Hotspur Potong Gaji Staf Non-Pemain Sebanyak 20 Persen
Tottenham Hotspur resmi melakukan penyesuaian gaji untuk 550 staf non-pemain dan pelatih imbas pandemi virus corona.
Chairman Spurs Daniel Levy menjadi salah satu elemen klub yang dipotong gaji demi menjaga roda keuangan klub. Kebijakan ini berlaku untuk dua bulan atau pada April dan Mei 2020, namun itu pun masih bergantung pada situasi selanjutnya di Inggris.
“Operasional klub sedang tidak efektif. Sejumlah fans kami mungkin akan kehilangan pekerjaan,” ucap Levy dalam rilis di situs resmi klub, Selasa (31/3).
“Sponsor kami khawatir tentang bisnis mereka, dan mitra kami tidak memiliki kepastian kapan kami bisa bermain. Sementara itu, klub tetap memiliki tanggungan sampai ratusan juta poundsterling.”
“Beberapa klub di dunia seperti Barcelona, Bayern Munich, dan Juventus sudah mengambil langkah untuk meminimalisasi pengeluaran.”
“Kini giliran kami yang harus mengambil langkah sulit itu demi menjaga pekerjaan semua pihak, yakni dengan mengurangi gaji sebanyak 20 persen untuk 550 staf non-atlet selama periode April dan Mei,” begitu selanjutnya.
Berbeda dengan Spurs, Barcelona bahkan memotong gaji skuad utama mereka hingga 70 persen. Meski begitu, aturan di Liga Primer Inggris membuat kebijakan penyesuaian gaji bagi pemain dan pelatih belum bisa diterapkan saat ini.
“Kami berharap diskusi di antara pihak Premier League, PFA [Asosiasi Pesepakbola Profesional], dan LMA [Asosiasi Manajer Liga] membuat para pemain dan pelatih juga dapat melakukan hal yang sama,” tambah Levy.
Adapun sebelumnya, Newcastle United menjadi klub EPL pertama yang menerapkan kebijakan serupa Spurs ini.