Wayne Rooney: Phil Foden Melempem Di Inggris Gara-Gara Manchester City
Menurut Wayne Rooney, penampilan internasional Phil Foden melempem karena sudah terbiasa bermain gaya Manchester City, ia menegaskan bahwa bintang muda Inggris itu “bukan seorang penggiring bola.”
Foden dipercaya menjadi starter oleh Gareth Southgate di kedua pertandingan babak grup Euro 2020, tampil impresif saat mengalahkan Kroasia 1-0 tapi kurang baik saat ditahan imbang Skotlandia 0-0 kemarin Sabtu (19/6) dini hari WIB.
Rooney merasa pemain 21 tahun itu kesulitan mengadaptasi permainannya bagi The Three Lions karena terlalu terbiasa bermain dengan skema penguasaan bola milik Pep Guardiola di Etihad, dan lebih suka jika Jack Grealish atau Jadon Sancho yang mengisi posnya.
Pencetak gol terbanyak Inggris itu berbicara pada The Times: “Saya suka Foden sebagai pesepakbola namun Anda harus sadar bahwa selama empat tahun lebih, ia telah dibentuk menjadi seorang pemain City.”
“Pep Guardiola tidak meminjamkannya, atau mengalami gaya sepakbola yang berbeda – seluruh kariernya ia habiskan bermain dengan gaya Guardiola/City.”
“Sulit baginya untuk bisa mengubah gaya yang telah ia mainkan sejak usia 16 tahun. City bermain di sepertiga akhir. Mereka menguasai bola di situ. Foden bukan seorang penggiring bola tapi pemain yang memainkan umpan-umpan kecil nan manis dan bergerak ke posisi yang bagus.”
“Di City, pergerakan pemain di sekitarnya memungkinkan itu. City memainkan umpan pendek dan cepat sebelum bergerak sedikit – bukan gerakan besar – yang akan memungkinkan Foden menyerang ruang, kadang bermain sebagai nomor sembilan, kadang sebagai nomor 10.”
“Sementara di Inggris ia agak terisolasi di sisi sayap dan ketika ia menerima bola, penguasaannya berjalan lambat dan tak banyak hal yang terjadi di sekitarnya. Itu memaksanya menggiring bola. Jika Anda bermain demikian – buat pemain sayap, Anda perlu kemampuan menggiring – maka mengapa tidak memainkan Grealish dan Jadon Sancho, dua pemain terbaik yang bisa melakukannya.”
Foden sering dibandingkan dengan Paul Gascoigne karena penampilan lincahnya di Man City dan baru saja mengecat rambutnya menjadi pirang, mengingatkan tampilan legenda Inggris itu saat Euro edisi 1996.
Gelandang muda bermain di Piala Eropa setelah meraih Pemain Muda Terbaik versi PFA, namun setelah digantikan Grealish pada babak kedua saat The Three Lions ditahan imbang Skotlandia, tempatnya di tim utama bisa terancam.
Southgate harus memutar otak saat menghadapi Republik Ceko di Wembley besok Rabu (23/6) dini hari WIB, di mana mereka tidak boleh kalah jika ingin memastikan lolos ke babak gugur.